GP Anshor Gresik Siap Perangi Radikalisme dan Netral Dalam Pilkada

2 December 2019 - 16:14 WIB

GRESIK (SurabayaPost.id)–Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Gresik, Agus Junaidi mengatakan, GP Ansor bertekad menjaga NKRI dan memerangi radikalisme di Indonesia. Netralitas dalam setiap perhelatan pemilu juga menjadi komitmen khusus GP Anshor sebagaima sesuai hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 6-7 November 2019 di kantor Pengurus Pusat (PP) Ansor.

Dikatakan Juned, panggilan akrabnya, Indonesia adalah negara demokrasi yang berideologi Pancasila dengan bingkai NKRI, bukan negara agama maupun negara sekuler. “Jika ada orang atau kelompok-kelompok yang ingin mengubah menjadi bentuk Iain, baik menjadi negara agama, daulah islamiyah atau khilafah, maupun sekuler maka sudah menjadi kewajiban GP Ansor berada di garis terdepan melawan dan berjihad menjaga NKRI dan Pancasila,” ungkap Junaidi, Senin (2/12).

Dikatakan Juned, perkembangan paham radikal di Indonesia saat ini cukup memperihatinkan dan menghawatirkan. Mantan sekretaris DPC PKB Gresik era kepemimpinan Ahmad Nadir ini menegaskan, bahwa GP Ansor akan menjadi garda terdepan dalam melawan paham tersebut.

“Radikalisme agama di Indonesia semakin menghawatirkan. Sebab berkembang subur yang mesti harus disikapi secara maksimal. Menurut kami, kondisi ini sangat berbahaya. GP Ansor melihat bahwa negara sudah dalam kategori darurat radikalisme. Dan GP Ansor berusaha senantiasa dalam garda terdepan untuk memeranginya,” lanjutnya.

Terkait semakin dekatnya perhelatan Pilkada di Gresik yakni tahun 2020 mendatang, pihaknya juga akan tetap netral. GP Anshor tidak akan mengambil posisi kemana-kemana. “Kita akan tetap diperempatan jalan. Tidak kekiri mqupun kekanan. Di Rakornas PP Ansor, sudah jelas kita harus netral. Tidak diperkenankan dukung mendukung pasangan calon. Kita akan tetap berpegang kepada Rakornas dan Khittah NU,” tuturnya.

Pria yang aktif dalam berorganisasi ini mempersilahkan memakai ornamen lain, jika ingin memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon. Mengingat setiap warga negara berhak memilih dan dipilih. “Ansor dimasa modern pasti akan berpolitik. Kita tidak antipati politik karena kehidupan sehari tidak bisa lepas dari politik. Tentukan harga saja pakai politik,” tandasnya.

Meskipun jika nanti ada kader yang maju Pilbup Gresik, Ansor menyerahkan kepada masing-masing individu. Mengingat atas nama organisasi, Ansor tidak boleh memberi dukungan kepada pasangan calon. Ansor siap menerima silaturahmi untuk semua pasangan calon kepala daerah. Mengingat Ansor milik umum, sehingga siapa saja boleh datang. “Anshor milik semua masyarakat Indonesia. Anshor adalah penjaga NKRI dan akan selalu setiya kepada kiai dan ualama yang anti dan memerangi radikalisme,” pungkasnya.