Jelang Bulan Ramadhan, Satpol PP Gencar Razia Kos-kosan dan Guest House di Kota Malang

Kasi Operasi Satpol PP Kota Malang, Anton Viera bersama jajaran kala mendatangi salah satu guest house dikawasan Tlogomas, Lowowaru
Kasi Operasi Satpol PP Kota Malang, Anton Viera bersama jajaran kala mendatangi salah satu guest house dikawasan Tlogomas, Lowowaru

MALANG (SurabayaPost.id) – Jelang bulan ramadhan, Satpol PP Kota Malang gencar melakukan razia. Dengan sasaran, tempat yang diindikasikan sebagai lokasi prostitusi terselubung seperti kos-kosan, guest house hingga tempat hiburan malam.

Selama menggelar operasi beberapa hari terakhir, Satpol PP Kota Malang telah mengamankan enam orang yang terbukti melakukan prostitusi terselubung. Enam orang itu diamankan petugas saat berada di kos-kosan yang terletak di wilayah Kecamatan Lowokwaru dan guest house di wilayah Kedungkandang, Kota Malang.

“Bukti awal kami, 6 orang yang diamankan petugas telah mengakui. Jadi kami amankan dulu, lalu kami bawa kekantor. Kemudian kami mintai keterangan dan mereka mengakui,” ujar Anton Viera selaku Kasi Operasi Satpol PP Kota Malang, Minggu (13/3/2022).

Dirinya menjelaskan, jika titik razia yang didatangi pihak Satpol PP Kota Malang selama ini mayoritas didasari dari laporan warga yang resah dan mengeluhkan akan adanya dugaan prostitusi terselubung.

Salah satu diantara enam orang yang dibawa ke kantor Satpol PP, dimintai keterangan
Salah satu diantara enam orang yang dibawa ke kantor Satpol PP, dimintai keterangan

“Saat diproses di kantor, di handphone mereka juga kedapatan memiliki aplikasi yang digunakan untuk menjual jasa prostitusi itu. Dengan bukti-bukti tersebut kami telah menjadwalkan mereka menjalani sidang Tipiring dalam waktu dekat,” terang Anton.

“Kami punya Perda No.8/2005 tentang pelarangan tempat pelacuran dan perbuatan cabul di Kota Malang. Sehingga kami mohon masyarakat bisa menaati aturan. Apalagi ini menjelang bulan suci Ramadhan,” terang dia.

Anton pun menyampaikan akan terus menggencarkan operasi prostitusi terselubung yang dirasa cukup meresahkan masyarakat. Terlebih saat ini tengah mendekati bulan suci ramadhan.

“Kami akan terus melakukan operasi berkaitan dengan penyakit masyarakat ini. Paling tidak, kami akan razia sepekan 2 sampai 3 kali,” pungkasnya. (lil)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.