Mudahkan Transaksi Nasabah, BNI Syariah Gandeng Banyak Merchant

21 August 2019 - 19:47 WIB
Owner Kolega Kopi Jl Gede Kota Malang, Jatim, M Rizky Alfiansyah Hidayah (tengah) saat bersama Kepala BI Perwakilan Malang Azka Subhan Aminurridho dan staf BI Malang, Essy saat berkunjung ke Kolega Kopi.
Owner Kolega Kopi Jl Gede Kota Malang, Jatim, M Rizky Alfiansyah Hidayah (tengah) saat bersama Kepala BI Perwakilan Malang Azka Subhan Aminurridho dan staf BI Malang, Essy saat berkunjung ke Kolega Kopi.

MALANG  (SurabayaPost.id) – Demi mempermudah transaksi nasabah, BNI Syariah terus melakukan terobosan baru. Satu di antara terobosan tersebut melalui produk kartu BNI iB Hasanah Card. 

Sebagai strategi yang dilakukan BNI iB ini adalah menggandeng banyak merchant (mitra). Itu  di berbagai kategori dan promosi seperti diskon atau cashback.

Terobosan dan strategi yang dilakukan BNI berbasis syariah itu mendapat atensi khusus Owner Kolega Kopi, M Rizky Alfiansyah Hidayah. Pioner pengelola Kolega Kopi yang berlokasi di Jl Gede, Kota Malang, Jatim ini mengaku tertarik menjadi merchant BNI iB.

Dadi kiri ke kanan: Essy, M Rizky Alfiansyah Hidayah dan Azka Subhan Aminurridho

“Kalau melihat terobosan yang diambil, kami tertarik untuk bermitra. Kami siap memberikan diskon pada nasabah BNI iB 30%. Caranya cukup menunjukkan kartu BNI iB Hasanah Card yang dimiliki,”  kata remaja yang akrab disapa Kicun ini, Rabu (21/8/2019).

Kicun yang mahasiswa semester V  jurusan  Ekonomi dan Perbankan di  Universitas Brawijaya Malang ini mengaku tertarik jadi merchant BNI iB. Alasannya, untuk memperluas wawasan dan jaringan konsumennya serta mengedukasi masyarakat terkait akses perbankan. 

Diakui dia, selama ini konsumen Kolega Kopi cukup banyak. Bahkan, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Malang,  Azka Subhan Aminurridho bersama keluarganya merupakan satu di antara pelanggan setianya. 

Lelaki yang akrab disapa Azka tersebut beberapa kali berkunjung ke Kolega Kopi. Mantan pejabat BI Bali  itu sering menikmati menu minuman yang disajikan Kolega Kopi. 

“Saya sering mampir ke Kolega Kopi. Bahkan,  anak saya ternyata juga sering gofood di Kolega Kopi itu. Saya senang dia (pengelolanya) kreatif dan inovatif,” puji Azka Subhan yang juga mantan pejabat BI Bandung itu

Makanya, Azka Subhan Aminurridho — sempat membuat video untuk presentasi dengan latar (background) Kolega Kopi. Itu karena dia mengaku bangga dengan kreativitas pengelolanya. Dia pun mengaku tak heran jika model bisnis Kolega Kopi memanfaatkan perkembangan teknologi informasi atau menjalankan bisnisnya lewat online.

Apalagi, terang dia, Kicun sebagai pengelola Kolega Kopi berminat menjadi mitra BNI iB yang saat ini menggandeng banyak merchant. “Itu sangat bagus dan patut diapresiasi, ” tutur Azka Subhan Aminurridho. 

Kepala BI Perwakilan Malang Azka Subhan Aminurridho kala menikmati kopi di Kolega Kopi Jl Gede Kota Malang, Jatim.
Kepala BI Perwakilan Malang Azka Subhan Aminurridho kala menikmati kopi di Kolega Kopi Jl Gede Kota Malang, Jatim.

Apalagi terang dia, dalam mengelola bisnisnya, Kolega Kopi diakui sudah mengikuti tren terkini.  Yakni dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan akses perbankan.

Itu mengingat, terang dia,  banyak perbankan yang mengeluarkan produk untuk memberikan suport pada perkembangan UMKM. “Kalau Kolega Kopi memanfaatkan  program perbankan teraebut menurut saya patut diapresiasi dan disupot,” imbau Azka.

Sementara itu, SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi mengakui jika pihaknya menggandeng banyak merchant saat ini. Merchant itu dari berbagai golongan atau kategori. 

“Merchant yang sudah bekerja sama dengan BNI Syariah  itu untuk produk BNI iB Hasanah Card. Itu mencakup berbagai kategori. Diantaranya fashion, travel, pendidikan, hotel syariah, restoran, maupun e-commerce,” kata dia. 

Menurut pria yang akrab disapa Iwan ini, sebagai Hasanah Banking Partner, BNI Syariah senantiasa berkomitmen untuk dapat memberikan solusi yang hasanah bagi masyarakat. Sehingga bisa beraktivitas dengan lebih mudah, termasuk dalam berbelanja online. 

Saat ini, kata Iwan  BNI Syariah telah bekerjasama dengan beberapa e-commerce untuk metode pembayaran menggunakan BNI iB Hasanah Card. Dicontohkan dia seperti Pegipegi, JDID, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Traveloka, dan Tiket.com. 

Meski begitu,  kata Iwan, terobosan terus dilakukan. Makanya, kata dia,  untuk memperkuat positioning BNI iB Hasanah Card –sebagai Travel Card– BNI Syariah juga bekerjasama dengan hotel syariah.

Dia sebutkan  seperti Hotel Noor di Bandung, Hotel Namira di Surabaya, Hotel Cinnamon Bandung dan Grand Daffam Hotel. BNI Syariah juga ikut serta di dalam event travel fair yang dilaksanakan oleh BNI seperti Japan Airlines Travel Fair beberapa waktu lalu.

Untuk itu, tutur Iwan,  BNI iB menggandeng beberapa merchant travel. “Misalnya, seperti Nusantara Foundation, Castourindo, dan Travel Persada Indonesia,” jelas dia. 

Sedangkan  untuk kebutuhan perjalanan ke luar negeri, menurut dia,  BNI iB Hasanah Card menggunakan jaringan Mastercard. Itu agar dapat diterima di seluruh dunia dengan rate yang kompetitif.

Selain kerjasama dengan merchant, terang  Iwan, BNI Syariah kerap menggelar promo-promo menarik seperti diskon/cashback untuk transaksi. Baik itu untuk pembelian kebutuhan sehari-hari, tiket, maupun kebutuhan lainnya. 

“BNI Syariah juga menawarkan promo. Ya seperti promo  hotel, restoran, paket umroh dan paket wisata muslim,” jelas dia.  

Untuk itu, melalui BNi iB Hasanah Card, kata dia,  BNI Syariah mengajak segenap masyarakat untuk bijak dalam mengelola keuangan. Sebab, kata dia, kemudahan transaksi yang diberikan  bukan untuk mendorong konsumerisme berlebihan. 

“Kami berharap dengan adanya kartu ini, bisa membuat masyarakat berhijrah ke yang Hasanah. Yang menawarkan banyak kebaikan dan kemaslahatan, ” tutur Iwan. 

Itu mengingat, terang dia, BNi iB Hasanah Card mempunyai beberapa kelebihan dibanding kartu kredit konvensional. Diantaranya disebut dia, adanya akad yang melandasi penerbitan kartu, sistem perhitungan ujroh/fee, pembatasan transaksi, dan kategori biaya yang muncul.

Menurut dia, kartu tersebut  hanya dapat bertransaksi di merchant halal di seluruh dunia.  Yakni pada merchant yang berlogo MasterCard. Jika pengguna BNI iB Hasanah Card menggunakan kartu ini untuk transaksi di merchant non halal, maka akan tertolak secara otomatis.

Mengenai  biaya membership kata Iwan  dibayar sekali setahun. Besarnya tergantung jenis kartu yaitu Classic, Gold atau Platinum. 

Selain itu menurut dia  ada juga biaya bulanan yang dikenakan berdasarkan besar limit kartunya dan jumlahnya tetap setiap bulan. Pengguna BNI iB Hasanah Card juga bisa mengajukan permintaan Increase Credit Limit melalui call center yang akan diproses maksimal satu hari. 

Sebagai bentuk apresiasi bagi pemegang kartu, kata Iwan, BNI iB Hasanah Card memberikan cash rebate atas pembayaran yang dilakukan. “Cash rebate ini berupa diskon yang menjadi pengurang biaya bulanan,” tuturnya. 

Di sisi lain disebutkan menjelaskan tentang performa BNI iB Hasanah Card. Menurutnya, per Juni 2019, outstanding BNI iB Hasanah Card sebesar Rp 352.6 miliar dengan jumlah kartu 327.083. 

“BNI Syariah menargetkan outstanding kartu BNI iB Hasanah Card sampai akhir tahun 2019 tumbuh 13,5%. Itu secara tahunan atau year on year (yoy),” harap Iwan Abdi. 

Dijelaskan dia bahwa BNI iB Hasanah Card merupakan kartu yang berfungsi sebagai kartu kredit. Itu, lanjut dia,   berdasarkan prinsip syariah dengan akad kafalah, qardh, dan ijarah.

Sistem perhitungan biaya kata dia  bersifat tetap; tanpa perhitungan bunga; serta diterima di seluruh merchant MasterCard dan semua ATM CIRRUS di seluruh dunia. 

Karena itu, terang dia, saat ini BNI Syariah merupakan satu-satunya perusahaan anak milik BUMN yang telah menerbitkan syariah card.  “Dimana BNI iB Hasanah Card juga telah menghapuskan denda keterlambatan. Sehingga benar-benar sesuai prinsip syariah dan tidak memberatkan pemakainya,” pungkas Iwan Abdi. (aji)