Peduli Kaum Marginal, KPF Bagi-bagi Sembako

6 April 2020 - 15:00 WIB
KPF Surabaya saat bagi-bagi Sembako

SURABAYA (surabayapost.id) – PT Kontak Perkasa Futures (KPF) cabang Surabaya melakukan aksi peduli sosial melalui kampanye #KPFSbyPeduli. Mereka membagikan 250 paket sembako lepada kaum marginal seperti janda tua, tukang becak, tukang sapu, sampai lansia, Senin (6/4/2020).

Mereka diberi bantuan karena terdampak wabah virus Corona (Covid-19). Selain itu mereka tidak memiliki penghasilan cukup untuk menyambung hidup.

“Dari semua kelompok masyarakat, mereka lah yang paling terasa dampak akibat penyebaran virus Corona,” terang Kabul Prio Arianto, Pimpinan Cabang Surabaya.

Kabul Prio Arianto, Pimpinan Cabang Surabaya.

Paket bantuan itu diberikan pada warga Pembagian paket itu dilakukan di Jalan Jatisrono, Kec semampir, Perak, Surabaya Utara, sekitaran Jalan Undaan Wetan, Jl Ambengan, sekitar masjid Laksamana Cheng Hoo Surabaya dan Jl Kayoon Surabaya.

Melalui aksi ini, KPF Surabaya berharap dapat memberikan kontribusi kepada Pemerintah Daerah dalam melakukan penanganan wabah Covid-19 dengan membantu kesejahteraan masyarakat marginal di kota pahlawan. Juga, dengan aksi #KPFSbyPeduli ini dapat menumbuhkan semangat kepedulian dan empati di antara karyawan.

Kendati saat ini tengah berlangsung program Work from Home ditengah pandemi COVID-19, Menurut Arianto, KPF Surabaya justru mencatat pertumbuhan kinerja yang positif.

KPF Surabaya saat bagi-bagi Sembako

Kenaikan indeks harga emas dalam beberapa bulan terakhir termasuk di tengah pandemi membawa peluang investasi tersendiri bagi nasabah pialang berjangka karena mereka bisa mendapatkan peluang keuntungan dengan range poin mencapai 15-20 poin.

Alhasil, semua itu turut berdampak terhadap kinerja KPF Surabaya. Adapun total volume transaksi KPF Surabaya mengalami pertumbuhan sugnifikan meningkat hingga 78.441 lot transaksi dibandingkan dengan bulan februari 2020 berjumlah 55.686 lot transaksi. Dan untuk nasabah baru total hingga 31 Maret berjumlah 466 investor.

Arianto mengungkapkan, harus diakui memang ada beberapa kendala ditengah kebijakan WFH yaitu , adanya pemberlakuan PSBB atau pembatasan sosial berskala besar.

“Dengan kebijakan tersebut, kami tidak bisa melakukan kunjungan nasabah yang berada d luar kota mengingat ada beberapa kota yang melakukan PSBB merupakan pembatasan masuknya warga yang bukan berasal dari daerahnya. Namun demikian kami mengantisipasinya dengan meeting online / video call bersama dengan investor menggunakan beberapa aplikasi,” terangnya. (lil)