Hindari Tumpang Tindih, Daerah Diminta Menunggu Data BST dari Pusat

28 April 2020 - 23:54 WIB
Dr Sri Untari saat menyerahkan bantuan bersama Komisi E DPRD Jatim

MALANG (SurabayaPostmid) – Perangkat daerah di tingkat kecamatan dikinta menunggu data Bantuan Sosial Tunai (BST) dari pemerintah pusat. Permintaan itu disampaikan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timursaat berkunjung di Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, Selasa (28/4/2020).

Data tersebut, menurut anggota Komisi E Dr. Sri untari, MAP, sangat dibutuhkan. Tujuannya untuk disinkronkan dengan data bantuan lain yang sudah ada.

“Data penerima bantuan semua program untuk kesejahteraan rakyat, sudah tertata dengan baik, di Kecamatan Jabung, bahkan sinkronisasi data di tingkat desa dengan kecamatan tertata dengan rapi,” ujar Sri Untari.

Diantara data bantuan untuk kesejahteraan masyarakat itu, lanjut Untari, pihaknya ingin mengetahui apakah ada ruang, yang bisa diintervensi melalui pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Disampaikan Sri Untari, ada beberapa bantuan dari Pemerintah yang selama ini sudah dirasakan oleh masyarakat kurang mampu. tetapi sejak adanya musibah Covid 19 ini, ada tambahan data masyarakat terdampak.

“Masyarakat yang terdampak tentunya beda dengan masyarakat yang selama sudah menerima bantuan dari pemerintah ini yang perlu disinkronkan agar bantuan tidak, tumpang tindih,” sambungnya.

Saat berada di Kecamatan Jabung, kemarin Sri Untari, bersama dengan Hikmah Bafaqih Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim dan Jayuk Rendra.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga mengingatkan kepada pejabat di Kecamatan Jabung dan para Kepala Desa agar selalu menyampaikan kepada warganya untuk terus berhati hati dalam melakukan kegiatan. Dengan tetap memenuhi standar protokol Covid 19, karena wabah ini belum juga selesai.

Dia juga meminta di lembaga pendidikan yang secara kebetulan digunakan untuk tempat isolasi semantara atau yang tidak digunakan, untuk dilakukan penyemprotan disinfektan diseluruh ruangan dan lingkungan sekitarnya.

Ini menurut wanita yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu, untuk memastikan, jika di lingkungan sekolah tersebut sebelum tahun ajaran baru benar-benar sudah steril, dan terbebas dari Corona.

“Hati-hati itu sangat penting, Wuhan saja yang melakukan lockdown besar-besaran masih biasa kembali virusnya. Makanya lingkungan pendidikan harus benar-benar steril,” tukasnya.

Pada kesempatan tersebut, Komisi E DPRD Jawa Timur, memberikan bantuan berupa 30 liter disinfektan. Sedangkan secara pribadi Sri Untari, menyerahkan 7 APD, untuk Puskesmas Jabung, Masker 20 pak dan ,1 box sarung tangan. (aii)