Pemkab Sidoarjo Tuntaskan Jalan Lingkar Barat

21 November 2018 - 09:26 WIB

SIDOARJO (SurabayaPost.id) – Pemkab Sidoarjo terus berupaya menyelesaikan proyek Jalan Lingkar Barat (JLB). Salah satunya segera membangun Overpass agar jalan itu tersambung karena melewati rel Kereta Api (KA) dan lahan milik pengembang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo, Ir H Sigit Setyawan menjelaskan, proyek JLB merupakan salah satu program prioritas yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sidoarjo. “Kami akan tuntaskan jalan ini karena salah satu program prioritas RPJMD,” cetusnya, Rabu (21/11).

Kata Sigit, saat ini, pihaknya masih menunggu survey dari Kementerian Perhubungan, terkait rencana membangun Overpass untuk JLB. “Secara prinsip Overpass sudah disetujui kementerian, tinggal pengecekan ke lapangan,” beber mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo ini.

Overpass ini rencananya akan dibangun oleh pengembang yang lahannya dilewati oleh JLB. Overpass ini untuk menyambungkan JLB yang sementara masih “terputus” oleh lahan pengembang, antara titik di Desa Sumokali dan Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi.

Dijelaskan Sigit, jika Overpass selesai dibangun, maka JLB titik Sumokali-Sugihwaras bakal terhubung. Saat ini, lahan yang bakal disambungkan dengan Overpass ini sudah dilakukan pengurukan, tepatnya di sisi utara Sumokali dan sisi selatan Sugihwaras.

Sehingga, kata Sigit, jika Overpass selesai, maka segera dilakukan pengaspalan. Targetnya, Overpass dibangun sesegera mungkin, yakni tahun 2019. “Kalau Overpass sudah jadi, baru kita melakukan pengaspalan,” jlentreh alumni ITS Surabaya ini.

Untuk JLB titik Sumokali hingga Sugihwaras, panjangnya sekitar 1,1 Kilometer. Total panjang JLB sekitar 8 Kilometer. Untuk sisi selatan, JLB akan tembus hingga bundaran Ketapang, Tanggulangin.

Sedangkan sisi utara, tembus hingga kawasan jaln dekat Musuem Mpu Tantular, Buduran. JLB ini melewati kawasan Perum Taman Pinang, bundaran GOR, hingga Jalan Pagerwojo.

Proyek JLB dimulai dengan pembebasan lahan sejak tahun 2014. Pekerjaan JLB berlanjut hingga pengurukan badan jalan pada tahun 2017. Untuk pembebasan lahan, pemkab telah mengucurkan dana sekitar Rp 30 Miliar dan untuk pengurukan badan jalan, menyerap dana sekitar Rp 12 Miliar.

Masih kata Sigit, jika JLB rampung, maka diharapkan bisa mengurangi kemacetan kawasan kota Sidoarjo. Kendaraan dari Porong yang hendak menuju Surabaya, tidak perlu masuk kota dengan melewati JL KH Mukmin hingga Jl Diponegoro. Kendaraan ini bisa melewati JLB dari arah Bundaran Ketapang dan keluar di kawasan Museum Mpu Tantular.

Selain itu, JLB juga nantinya juga bisa menggeliatkan kawasan sekitarnya, termasuk meningkatkan ekonomi-sosial masyarakat yang dilalui JLB. “Pembangunan infrastuktur jalan tentu saja berdampak pada munculnya kawasan ekonomi dan perdagangan serta sosial di sekitarnya,” pungkas Sigit Setyawan. (ys)