Perangi Intoleransi, UMM-Komunitas Tionghoa Rawat Persaudaraan

28 May 2019 - 13:04 WIB
Silaturahmi antara UMM, INTI dan PITI dalam memerangi intoleransi.

MALANG  (SurabayaPost.id) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama komunitas Tionghoa memerangi intoleransi sebagai akar perpecahan. Untuk itu UMM  melakukan kegiatan silaturahmi dan berbuka puasa bersama Ikatan Tionghoa Indonesia (INTI) Malang dan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI).

Itu sebagai upaya menyikapi  maraknya isu intoleransi yang mengancam ke-bhineka-an. Sehingga, silaturahmi dengan  INTI dan PITI diyakini bakal menjadi energi ekstra bagi UMM untuk membangun kekuatan di tengah keberagaman Indonesia.

Untuk itu dalam nuansa indahnya bulan Ramadhan 1440 H, UMM  kembali mengadakan acara untuk memeriahkan bulan Ramadhan tahun ini. Kali ini UMM mengadakan silaturahmi sekaligus buka bersama dengan berbagai etnik Tionghoa di Malang.

Acara yang berlangsung di GKB IV lantai 9 UMM ini dihadiri Wakil Walikota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko. Selain dihadiri oleh Wakil Walikota Malang, acara ini dihadiri pula oleh Prof. Drs. H. Abdul Malik Fadjar, M.Sc., selaku Badan Pembina Harian UMM sekaligus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Disamping itu, Widodo Harsono selaku perwakilan dari Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Dalam acara tersebut diisi dengan beberapa sambutan yang menekankan tentang mengedepankan nilai toleransi.

Dalam sambutannya Malik Fadjar mengungkapkan, setiap manusia pasti memiliki perbedaan. “Indonesia memiliki masyarakat dengan latar belakang suku dan budaya yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kita harus mempunyai rasa saling menghormati dan menjaga satu sama lain agar ke-Bhinneka-an kita tetap terjaga dan dapat menjadi kekuatan bagi bangsa,” ungkap mantan rektor UMM periode 1983 – 2000 itu.

Widodo Harsono juga memaparkan bahwa dirinya telah melakukan kerjasama dengan UMM selama 36 tahun. Ia juga menceritakan bagaimana rahasianya bisa menjalin kerjasama yang begitu lama dengan UMM. “Rahasianya adalah saling menghormati, saling toleransi dan selalu menjaga kekompakan,” ungkapnya. Selain itu, Harsono juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan. (aji)