Pupuk Semangat NKRI, IBU Malang Gelar Pesta Budaya Nusantara

26 March 2019 - 16:50 WIB
Tari Perang dari Kalimantan Barat yang ikut mewarnai Pentas Budaya Nusantara yang digelar di Kampus C IKIP Budi Utomo Malang.
Tari Perang dari Kalimantan Barat yang ikut mewarnai Pentas Budaya Nusantara yang digelar di Kampus C IKIP Budi Utomo Malang.

MALANG (SurabayaPost.id) – IKIP Budi Utomo (IBU) Malang punya cara khusus memupuk spirit NKRI bagi mahasiswanya yang hendak diwisuda. Cara tersebut dikemas lewat Pentas Budaya Nusantara yang digelar di Kampus C, Jl Citandui Malang, Jatim, Selasa (26/3/2019).

Beragam seni dan budaya daerah dari berbagai penjuru Indonesia ditampilkan dalam ajang tersebut. Mulai dari Papua, Maluku, Kalimantan, NTT, Jawa dan sebagainya.

Setidaknya ada 14 lagu daerah dan sembilan jenis tari tradisional yang disajikan dalam pentas budaya nusantara itu. Bahkan, ada lima jenis makanan daerah yang disuguhkan lewat festival bazar makanan di ajang tersebut.

Rektor IBU Malang Dr Nurcholis Sunuyeko saat membuka Pentas Budaya Nusantara.
Rektor IBU Malang Dr Nurcholis Sunuyeko saat membuka Pentas Budaya Nusantara.

Tak heran bila pesta seni budaya tersebut sangat meriah. Sehingga, suasana kampus IBU Malang ini seperti miniatur Indonesia atau kampus Indonesia.

Semuanya dikemas dalam Pentas Budaya Nasional. Pelakunya adalah mahasiswa IBU, yang memang berasal dari hampir seluruh daerah di Indonesia.

”Kami sangat konsen dan selalu memperhatikan aspek estetika. Karena yang menyatukan orang, bukan pikiran atau pembicaraan. Tetapi keindahan,” ujar Rektor IKIP Budi Utomo, Dr. H. Nurcholis Sunuyeko, MSi saat membuka acara yang akan berlangsung hingga sore hari itu.

Menurut Rektor yang akrab disapa Yai ini, konsep keindahan itu, selalu diagungkan dan dikembangkan setiap tahun melalui pentas budaya. Itu karena, tegas dia, IBU sangat paham dan menyadari bila berasal dari seluruh penjuru Indonesia.

Tari Pesta Panen dari Kalimantan Utara yang ditampilkan Camelia jurusan PJKR.
Tari Pesta Panen dari Kalimantan Utara.

Makanya, terang dia, kampus IBU Malang ini menjadi miniatur Indonesia. Alasannya, Pentas Budaya Nusantara yang digelar dalam rangkaian Dies Natalis ke 32 tersebut menyuguhkan tari-tarian dan seni tradisional dari berbagai daerah.

Dia contohkan seperti Tari Pesta Panen dari Kalimantan Utara, tari Perang (Kalimantan Barat), tari Dero (NTT) , tari ETU (Kabupaten Nagekeo). Lalu ada Tarian Tobelo dari Maluku dan lain sebagainya.

Semua itu kata dia, juga dimaksudkan untuk membekali semangat NKRI bagi mahasiswa. Terutama mahasiswa yang bakal diwisuda, Sabtu (30/3/2019).

“Kalau sudah diwisuda mereka akan kembali ke daerahnya masing-masing. Karena itu kami bekali mereka untuk mengenal dan mencintai seni serta budaya daerah lain di negeri tercinta ini,” papar dia kala didampingi Kepala Pusat Kerjasama dan Humas IKIP Budi Utomo Malang Dr Rochsun MKes.

Tari Tobelo dari Maluku.
Tari Tobelo dari Maluku.

Untuk itu, papar Yai, Pentas Budaya Nusantara ini menjadi tradisi di kampus IBU Malang, minimal setiap tahun sekali. Harapannya agar semangat NKRI mereka semakin kuat.

Demi memupuk semangat tersebut, kata WR 3 IBU Malang, Ali Badar MPd, harus ada wadah yang disediakan. Satu di antaranya lewat Pentas Budaya Nusantara.

Mahasiswa yang ikut menyemarakkan pesta budaya daerah tersebut diakui sangat antusias. Mahasiswa dari berbagai daerah itu langsung mendaftarkan diri secara sukarela pada panitia.

Menurut dia, anjangsana tersebut sangat efektif dan efisien dalam menjaga kelestarian budaya dan ke-bhineka tunggal ika-an.

”Semoga acara ini juga menjadi kenang-kenangan bagi mahasiswa yang akan diwisuda Sabtu (30/3/2019) lusa. Mereka bisa melihat langsung seni budaya daerah lain tanpa harus berkunjung ke daerah yang bersangkutan. Ya, cukup di kampus IBU Malang ini,” pungkasnya. (lil)