Raja Narkoba Beromset Rp 22 Triliun Ditangkap

3 September 2018 - 15:53 WIB
Andrew Deamer
Andrew Deamer

LONDON (SurabayaPost.id) – Raja Narkoba pemasok kokain asal Inggris, Andrew Deamer, ditangkap setelah bersembunyi di loteng dalam penggerebakan di Kolombia.

Polisi menggerebek kediaman Deamer yang merupakan pemosok kokain dalam penggeledahan pukul 6 pagi oleh pasukan Kolombia.

Dilaporkan Mirror.co.uk, 2 September 2018, dengan mengenakan celana pendek dan kaus, Deamer masuk ke persembunyian rahasia setelah menyadari pasukan anti-narkoba dan tentara serta pasukan angkatan laut mendekati kediamannya.

Deamer, 52 tahun, ditahan bersama dengan istri keduanya, Marcela Zapata, 37 tahun, dalam sebuah operasi yang menghancurkan jaringan narkoba senilai 354 juta Poundsterling atau Rp 6,7 triliun.

Penggerebekan terjadi di Rionegro, 32 kilometer dari Medellin, di mana raja kokain Pablo Escobar pernah berkuasa.

Kantor Kejaksaan Kolombia menuduh Andrew Deamer berada di belakang berton-ton kokain yang dikirim ke Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat, yang diperkirakan memiliki omset narkoba senilai 1,2 miliar Poundsterling atau Rp 22,9 triliun.

Dia juga dicurigai memiliki serangkaian laboratorium di mana kokainnya bisa disamarkan sebagai makanan anjing, makanan kucing dan pupuk, melalui proses kimia. Kokain dimasak dengan esens dan pewarna, kemudian kokain diekstraksi setelah dikirimkan.

Andrew Deamer sekarang ditahan di penjara La Picota yang terkenal di Spanyol setelah pemerintah setempat mengatakan dia telah menandatangani perjanjian awal untuk membantu mereka dengan imbalan hukuman yang lebih ringan, yakni 14 tahun dan delapan bulan.

Deamer termasuk di antara 18 orang yang ditahan dalam penggerebekan serentak di lima kota. Tersangka lainnya dijuluki El Doc, si Nyamuk, si Skinny One dan The Fat One. Deamer diduga menggunakan rumah terpencilnya sebagai basis untuk jaringan keuangan dan ahli kimia, dengan rute jaringan narkoba yang dipasok melalui laut ke Eropa dan Amerika Serikat.

Pihak berwenang yakin dia mengelola laboratorium kokain di sekitar Medellin, memiliki basis di kota pelabuhan Barranquilla di pantai Karibia dan fasilitas pemrosesan lain di Panama.

Dia juga memiliki perusahaan di kota pelabuhan Brazil Fortaleza, yang digunakan oleh geng narkoba untuk mengirim kokain ke Eropa. Deamer memiliki lebih dari 2,5 ton kokain yang disamarkan sebagai makanan hewan peliharaan dan pupuk. Kantor Jaksa Agung Kolombia mengatakan jumlah kokain itu disita dalam penggerebekan tiga tahun terakhir.

Dikatakan Deamer dituduh memperdagangkan enam ton narkoba jenis kokain dari Barranquilla untuk sindikat lain, atau membeli kokain senilai 354 juta Poundsterling (Rp 6,7 triliun) secara langsung darinya. (tmp)