Sambut Idul Fitri, BI Malang Siapkan Uang Kartal Baru Rp 4,7 T

29 April 2019 - 22:43 WIB
Kepala BI Perwakilan Malang Azka Subhan Aminurridho (kanan).

MALANG  (SurabayaPost.id) – Menyambut Ramadhan dan Idul Fitri, Bank Indonesia  (BI) Malang menyiapkan uang kartal baru Rp 4,7 triliun. Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan Aminurridho mengungkapkan hal itu Senin (29/4/2019).

“Dalam rangka memenuhi kebutuhan uang tunai pada periode bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2019, Kantor Perwakilan BI Malang menyiapkan uang baru  Rp 4,7 triliun. Itu untuk masyarakat yang menukar uang baru,” kata dia.

Secara teknis, kata pria ramah yang akrab disapa Azka ini, selain melayani sendiri untuk penukaran uang baru itu, BI Malang akan  bekerja sama dengan perbankan. Baik itu Bank umum maupun BPR.

Untuk mengawali pembukaan kegiatan pelayanan penukaran uang tersebut, terang dia, BI Malang berencana melakukan pelepasan mobil kas keliling mulai Minggu, (26/5/2019)  di lapangan parkir Bank Indonesia Malang.

Sedangkan yang bekerja sama dengan perbankan untuk Kota Malang, menurut Azka  kemungkinan dipusatkan di Gedung Kartini Jl Tangkuban Perahu. Itu setiap pagi pukul 08.00-selesai. “Pelayanan itu dilaksanakan oleh enam Bank Umum,” tuturnya.

Dia optimistis pelayanan penukaran uang baru pecahan kecil itu berjalan sesuai harapan. Sebab, selain secara teknis sudah didesain dengan baik,  uang kartal yang disiapkan sebanyak Rp 4,7 triliun cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Alasannya karena penyediaan uang sebanyak itu ditingkatkan  20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Itu sesuai estimasi kenaikan jumlah permintaan kebutuhan uang pada periode Ramadhan/Idul Fitri tahun lalu hanya Rp 3,9 triliun,” jelas mantan pejabat BI Bali ini.

Menurut dia, dana tersebut dipersiapkan baik untuk penarikan secara tunai melalui kantor layanan maupun mesin ATM masing-masing perbankan. Selain itu  melalui pelayanan kas keliling kepada masyarakat.

Dijelaskan dia bila Perbankan juga menyediakan layanan penukaran Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yaitu penukaran dengan penukaran kartu ATM berlogo MasterCard dengan kartu ATM berlogo Garuda. Kartu tersebut memberikan banyak keunggulan.

Dia sebutkan seperti    untuk transaksi di berbagai EDC/ ATM bank lainnya,  Nasabah bisa hemat biaya administrasi Rp1.000 per bulan. “Hanya saja GPN itu baru bisa digunakan untuk transaksi dalam negeri saja,” katanya.

Disisi lain dia menjelaskan bila penukaran uang secara serentak melalui 72 titik outlet Bank Umum dan 49 titik outlet BPR. Semua itu  di wilayah kerja Bank Indonesia Malang sejak tanggal 26 Mei 2019 s.d 2 Juni 2019 (8 hari).

“Pelayanan dilakukan  di titik-titik strategis di Malang, Batu, Pasuruan dan Probolinggo. Kami  menggunakan 13 mobil kas keliling (1 mobil milik Bank Indonesia, sedangkan 12 mobil lainnya adalah milik Bank Umum,” ungkapnya.

Di antara bank umum itu disebutkan seperti BNI, BCA, BTN, CIMB Niaga, Permata Bank, Bank Muamalat, BPD Jatim, BPD Jatim Syariah. Selain itu, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, BRI, dan BRI Syariah).

Karena itu dia menghimbau masyarakat agar menukar uang di tempat-tempat penukaran resmi baik yang dilakukan BI, perbankan maupun pihak lain yang ditunjuk oleh BI. Itu  untuk menghindari resiko uang palsu dan kemungkinan selisih. BI juga menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam bertransaksi dengan menggunakan uang.

“Masyarakat  harus selalu cermat dan teliti terhadap ciri keaslian uang Rupiah. Ingat 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Dan jaga Rupiah dengan baik. Jangan  dicoret, distaples, diremas, dibasahi dan dilipat. Itu biar tidak rusak,” pungkasnya. (aji)