SC Dinilai Kurang Maksimal, Komisi C Lakukan Sidak ke Diskominfo

12 October 2020 - 18:19 WIB
Komisi C pada saat Sidak di Diskominfo Pemkot Batu

BATU (SurabayaPost.id) – Komisi C DPRD Kota Batu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu, Senin (12/10/2020). Sebab mereka menilai pengelolaan dan pemanfaatan Smart City (SC) Pemkot Batu kurang maksimal.

Tidak maksimalnya SC tersebut, itu tercermin dari sejumlah 32 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hanya 15 OPD yang memanfaatkan aplikasi pintar tersebut. Hal itu dibenarkan anggota Komisi C Didik Machmud, usai melakukan Sidak.

“Bukti kurang maksimalnya SC dari sejumlah 32 OPD hanya sejumlah 15 yang memanfaatkan aplikasi pintar tersebut. Rekomendasinya OPD berkolaborasi dengan SC untuk untuk memaksimalkan pengelolaan data sesuai harapan dibuatnya aplikasi yang dimaksud dengan besaran anggaran senilai Rp 10 miliar lebih,” Kata Didik Machmud.

Untuk itu, politisi partai dari Partai Golkar yang sapaan akrabnya Didik ini, diharap OPD yang belum koordinasi agar segera koordinasi manfaatkan SC.

Anggota Komisi C Sujono Djonet dan Didik Machmud

“Itu demi pembangunan dan image Kota Batu. Pengelolaan data yang benar dan aktual bisa bermanfaat untuk masyarakat atau wisatawan yang membutuhkan informasi,”tegasnya.

Senada ditegaskan anggota Komisi C, pula Sujono Djonet. Menurut Djonet belum maksimalnya pengelolaan aplikasi berbiaya miliaran ini karena tidak adanya Sumber Daya Manusia (SDM) atau tim ahli yang sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas dalam mengelola.

“Harusnya ada SDM yang ahli dan memang bidangnya dalam pengelolaan SC. Tujuan kami sidak supaya segera ada evaluasi dan tindak lanjut demi memaksimalkan SC,” sarannya.

Sementara itu, Kadiskominfo Kota Batu, Agus Mahmudi tidak membantah jika masih ada sejumlah 15 OPD yang memanfaatkan aplikasi di SC. Meski begitu, beberapa OPD yang belum memanfaatkan karena data OPD itu belum siap.

“Beberapa OPD yang belum seperti Dispendukcapil, Dinkes, DPUPR, dan lain-lain. Penyebabnya belum ada update, dan lain sebagainya.Kita akan segera berkoordinasi dengan baik karena data-data itu nantinya akan diletakkan di aplikasi induk aplikasi satu data Indonesia,”pungkasnya (Gus)