Subhanallah… Wisudawan Terbaik IBU Malang Yatim Piatu

27 July 2019 - 23:47 WIB
Anista Vera Duwi Lestari, Peraih Cumlaude wisuda IKIP Budi Utomo Malang yang hidup yatim.piatu sejak SMP

MALANG  (SurabayaPost.id) – Subhanallah….. Wisudawan terbaik di IKIP Budi Utomo  (IBU) Malang, Jatim ternyata anak yatim piatu sejak SMP. Dia adalah Anista Vera Duwi Lestari.

Kala diwisuda di GOR Ken Arok Malang, Sabtu  (27/7/2019) tak terbesit sedikitpun di wajah peraih nilai cumlaude ini hidup sebatang kara. Mahasiswa jurusan  Pendidikan Biologi dengan IPK 3,96 ini berjuang menjalani hidup sendiri.

Bahkan kala di wisuda putri dari pasangan Mulyana E.M (alm) dan Sunarmi (alm) ini tak ada keluarganya yang mendampingi. Putri kedua dari dua bersaudara ini hanya diantar pacarnya.

Rektor IBU Malang Dr Nurcholis Sunuyeko saat mewisuda mahasiswanya di GOR Ken Arok Malang

“Memang tadi saat wisuda saya didampingi oleh pacar saya. Sebab, ayah saya meninggal pada waktu saya kelas 8 SMP umur 14 tahun. Sedangkan  ibu saya meninggal pada waktu saya umur 18 tahun, setelah lulus SMA tahun 2013,” kata wisudawan yang akrab disapa Vera ini dengan tegar.

Dia menceritakan bila tahun 2014 nekat masuk IBU Malang di jurusan  Biologi. Dia nekat karena selama ini dia hidup dari gaji pensiunan ayahnya.

Vera pun mengaku harus pintar mengatur keuangannya. Untuk itu, Vera yang  asli Sitiarjo, Kabupaten Malang, Jatim ini cari tempat kos dekat kampus. “Saya kos sendiri di Ciliwung dekat kampus C IKIP Budi Utomo,” ungkap dia.

Dia mengaku melanjutkan kuliah di kampus IBU hanya bermodal nekat. Apalagi,  Vera mengaku bila awalnya tidak tertarik untuk mengambil pendidikan.

Rektor IBU Malang Dr Nurcholis Sunuyeko kala memasuki arena Wisudatainment dalam Miniatur Indonesia di GOR Ken Arok Malang

Tetapi, lanjut dia, karena semua berawal dari terpaksa akhirnya menjadi terbiasa. Dan  dia memiliki motivasi yang tinggi untuk menjadi juara dalam mata kuliah apapun. Sehingga hasilnya luar biasa. Menjadi wisudawan terbaik 2019 di kampus IBU Malang.

“Ya Semua itu harus diimbangi dengan “Ora Et Labora”. Jadi  berdoa dan bekerja (berusaha). Itu karena Orang tua saya sudah meninggal semua Mas. Saya selama ini dibiayai oleh Gaji pensiunan almarhum  ayah saya. Puji Tuhan itu cukup,” tutur Vera.

Kondisi ekonomi yang serba kekurangan itu diakui membuat Vera dewasa.  Sehingga dia harus memikirkan biaya Kuliah dan biaya hidup sehari-hari.

Anista Vera Duwi Lestari (tujuh dari kiri) didampingi Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah VII Jawa Timur, Prof Suprapto dan Rektor IKIP Budi Utomo (IBU) Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko, pose bersama wisudawan wisudawati terbaik IBU

Makanya dia pergunakan waktunya full untuk kuliah. Tidak ada waktu untuk bersantai apalagi hura-hura. Sehingga dia  berhasil menjadi wisudawan dengan nilai terbaik.

Apa rencana Vera kedepan? Dia masih menyimpan cita-cita  untuk melanjutkan program Magister (S2). “Tapi untuk saat ini biaya masih menjadi kendala. Jadi saya harus bekerja dulu,” kata dia lirih.

Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk berusaha semaksimal mungkin. Untuk mewujudkan cita-citanya itu dia akan menabung dulu.

Dia berharap IPK 3,96  yang diraih saat ini bisa menjadi  salah satu modal diterima di sekolah di Kota Malang. Sehingga bisa  memikirkan untuk menabung dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Anista Vera Duwi Lestari bersama sang pacar

Vera menyadari bahwa hidup ini memang tidak mudah. Perlu perjuangan dan kerja keras. Makanya dia berpesan agar dalam hidup ini harus selalu bersyukur.

“Tantangan dan keadaan yang Tuhan izinkan dalam hidup kadang sangat menyakitkan buat kita. Tapi dengan berdoa dan bekerja (Ora Et Labora) apapun bisa terjadi asalkan kita mau percaya pada Tuhan,” tuturnya.

Karena itu, kata dia, “Buat adik-adik yang di luar sana jangan takut mempunyai cita-cita. Rintangan apapun jangan dijadikan alasan untuk berputus asa apalagi  menyerah kalah . Karena Tuhan percaya kita adalah orang-orang yang sangat kuat. Sambut gemilang masa depanmu dengan keyakinan “Aku Pasti Bisa”. Sebab dengan semangat tinggi dan usaha semaksimal mungkin maka Tuhan akan bersama kita,” tutur Vera. (lil/aii)