Sutiaji :  Korupsi Itu Tak Hanya Uang, Tapi Juga Waktu dan Pikiran

Walikota Malang, Sutiaji (tiga dari kiri) bersama Kepala UPT MKU Polinema, Hairus Sandy (dua dari kanan) serta Kanit Tipikor Polres Batu, Iptu Yussi Purwanto (kanan).
Walikota Malang, Sutiaji (tiga dari kiri) bersama Kepala UPT MKU Polinema, Hairus Sandy (dua dari kanan) serta Kanit Tipikor Polres Batu, Iptu Yussi Purwanto (kanan).

MALANG (SurabayaPost.id)  – Korupsi itu menurut Wali Kota Sutiaji tak hanya dalam bentuk uang. Namun juga bisa terlatih dengan waktu dan pikiran.

Hal itu disampaikan Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat menjadi pemateri dalam kegiatan Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) tahun 2018 di Gedung Pertamina Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Dalam acara yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polinema itu banyak pesan yang disampaikan Sutiaji pada mahasiswa. Satu diantaranya soal “brainwash” untuk menghilangkan budaya korupsi di masyarakat.

“Korupsi itu bukan hanya dalam bentuk uang, namun juga bisa dalam bentuk korupsi waktu dan pikiran. Jika dalam kehidupan sehari-hari saja kita sudah banyak melakukan korupsi yang ringan, maka tidak menutup kemungkinan korupsi dalam skala besar juga dapat terjadi,” tutur Sutiaji.

Beberapa waktu yang lalu, Sutiaji mengaku telah melakukan “Brainwash” pada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang. Tujuannya kata ia  agar kinerja mereka meningkat dalam memberikan pelayanan pada masyarakat sekaligus untuk merubah pola pikirnya bahwa ASN adalah pelayan bagi masyarakat.

“Pembinaan mental seluruh ASN menjadi titik awal membentuk pemerintahan yang bersih, akuntabel dan memuaskan masyarakat” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sutiaji juga menegaskan bahwa saat ini Pemerintah Kota Malang menghadapi tantangan besar membangun kembali jembatan kepercayaan dengan masyarakat.

“Untuk itu, kami mohon dukungan dan sinerginya dalam mewujudkan pemerintahan yang bermartabat untuk kemaslahatan masyarakat” harapnya.

Sementara itu, Kepala UPT Mata Kuliah Umum (MKU) Polinema, Hairos Sandy menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan itu untuk mendidik mahasiswa agar lebih peduli terhadap masalah sosial. Khususnya masalah korupsi yang saat ini menjadi masalah serius di republik ini. Sehingga kata dia, menjadikan Indonesia ini kelak menjadi negeri yang bebas dari korupsi.

“Peran mahasiswa sebagai agen of change harus mampu memerankan dirinya sehingga penerus pemimpin bangsa dan sebagai control disemua lini terutama untuk mengujudkan kesejahteraan rakyat indonesia,” tutur Haiirus Sandy kala mendampingi Kanit Tipikor Polres Batu, Iptu Yussi Purwanto yang kala itu juga sebagai pemateri di acara tersebut.  (Lil) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.