Ulama dan Umara Kota Malang Bersilaturahmi Lewat Bukber

22 May 2019 - 04:22 WIB
KH Baidhowi Muslich saat mberikan tausiah dalam silaturahmi ulama dan Umara Kota Malang

MALANG (SurabayaPost.id) – Ulama dan umara Kota Malang melakukan silaturahmi lewat buka bersama (Bukber) di Masjid Baiturrahim Balaikota Malang, Selasa (21/5/2019).

Hadir dalam Bukber tersebut semua anggota Forum silaturahmi Pemerintah Kota Malang dengan Ulama. Forum ini dihadiri juga  Forkopimda dan tokoh agama yang ada di Kota Malang.

Narasumber dalam forum ini Walikota Malang Drs. H. Sutiaji. Selain itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang KH Baidlowi Muslich.

Dalam sambutannya, Sutiaji berterima kasih atas kebersamaan ulama umaro yang terbangun selama ini. Mulai dari permasalahan bendera tauhid, deklarasi paslon tertentu dan sampai dengan permasalahan buka bersama yang viral. “Kemaren kami buat edaran jangan makan secara demonstratif, yang kami khawatirkan itu terjadi. Berkaitan dengan video yang viral, berbuka dengan miras. Kemaren saya panggil seluruh manajemen baik hotel maupun produk” ujarnya.

“Ini yang perlunya kita komunikasi secara terus-menerus,mudahan-mudahan kita termasuk hamba Allah yang tidak munafik, karena orang munafik senang memviralkan sesuai yang belum pasti” pungkas Sutiaji.

Sementara itu Ketua MUI Kota Malang Baidlowi Muslich dalam kesempatan silaturahmi kali ini menjelaskan tentang akhlak yang baik. Peranan ulama dan umaro tidak pernah lepas dari membimbing bangsa yang baik. “Maka antara ulama dan umaro ini akan kita bina terus-menerus, bagaimana menbina Indonesia ini menjadi negara yang terbaik. Dalam pengertian baik ini ya segalanya, termasuk ekonominya, sosial budaya-nya dan seluruhnya baik, paling tidak karakternya. “ujarnya

Terkait dengan pilpres, Baidlowi Muslich menyampaikan pentingnya pemimpin. “Pilpres ini, merupakan suatu keniscayaan. Kita sebagai bangsa tidak mungkin dihindari untuk memilih pemimpin. Memilih pemimpin itu wajib. Sebab kalo tidak ada pemimpin, tidak ada negara dan suatu bangsa.” Ujarnya.   

“Siapapun nanti yang oleh Allah dipilih menjadi presiden, menjadi pemimpin kita, wajib kita taati dan kita doakan, kita dicintai. Pemimpin yang paling baik adalah yang dicintai rakyatnya. Maka rakyat harus mencintai pemimpinnya. Kedepan kita harapkan menjadikan Indonesia menjadi negara baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr. Gemahripah loh jinawi, Negeri yang aman dan tentram dengan penduduk yang beriman, bertaqwa kepada Allah SWT” pungkas Baidlowi Muslich.. (lil)