Penegakan Hukum Digalakkan, Pasien Penderita Covid-19 Menurun

26 September 2020 - 18:29 WIB
Penywmprotan disinfektan yang dilakukan di jalan-jalan

MALANG (SurabayaPost.id) – Penegakan hukum terhadap para pelanggar protokol kesehatan dinilai berdampak pada penurunan pasien positif Covid-19. Penilaian itu disampaikan Kapolresta Malang Kota. Kombes Pol Leonardus Simarmata, Sabu (26/9/2020).

“Kami juga menghitung ada korelasi antara penegakan dengan penurunan konfirmasi positivity Covid-19 dengan penurunan tingkat kematian,” jelas polisi dengan tiga melati di pundaknya itu.

Mengenai jumlah penurunan yang signifikan, dijelaskan Leo, jika sebelumnya perhari terdapat peningkatan 20 sampai 30 orang. Sedangkan saat ini menjadi tidak lebih dari lima orang per hari.

“Tingkat kematian juga sama cukup rendah dan tingkat kesembuhan kita juga sama 25 orang perhari. Karena itu kami berharap bisa bertahan, sehingga terus bisa bergerak dari zona merah ke zona orange,” jelasnya.

Karena itu, untuk lebih memaksimalkan dalam upaya menuju zona orange, selain melakukan penegakan hukum, pihak kepolisian juga melakukan kemanusiaan dengan melakukan penyemprotan disinfektan terhadap sejumlah ruas jalan protokol.

Seperti Jalan Simpang Balapan ke selatan, Jalan Ijen, Jalan Bandung, Jalan Veteran, Jalan Bogor, Jalan Mayjend Panjaitan dan Jalan Soekarno Hatta. Dalam penyemprotan, petugas menggunakan mobil Water Canon yang muat 6000 liter air.

“Ya ini upaya kami memutus mata rantai Covid 19. Tentunya virus bisa saja ada dimana-mana, tidak terlihat, makanya kami lakukan penyemprotan disejumlah jalan protokol sebagai langkah antisipasi,” bebernya.

Sementara itu, mengenai penutupan sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Ijen, lantaran dilokasi tersebut seringkali dijadikan lokasi nongkrong sejumlah komunitas sehingga menimbulkan kerumunan. Sehingga dari situ kemudian dilakukan penutupan jalan.

“Gini, kami melihat bahwa di tempat ini tidak ada UKM. Saya juga beberapa kali ada yang mengkritik karena mematikan ekonomi (penutupan jalan). Sedangkan jika kita lihat di sini (Jalan Ijen) mana ada UKM. Kita tidak melihat adanya UKM. Di sini sering dijadikan orang sebagai tempat balap liar sehingga kami lakukan penutupan. Berbeda dengan kawasan Jalan Veteran. Karena disitu banyak kegiatan ekonomi, makanya tidak kami lakukan penutupan,” pungkasnya. (lil)