30 PT Adu Hebat Dalam KKCTBN 2019 di UMM 

11 October 2019 - 23:50 WIB
Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) Dr Didin Wahidin MPd dan Rektor UMM Dr Fauzan MPd serta Wawali Batu Punjul Santoso fase bersama peserta kontes kapal tanpa awak di kampus UMM.

MALANG  (SurabayaPost.id) – Sebanyak 30 perguruan tinggi (PT) di Indonesia adu kehebatan di ajang Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2019. Kontes tersebut digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dibuka mulai Jumat (11/10/2019). 

Kontes itu dibuka Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) Dr Didin Wahidin MPd. Sebanyak 30 kontingen itu akan  memperebutkan Piala Bergilir KKCTBN yang digelar tiap tahun.

“Sejak dulu, Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan tujuh belas ribu lima ratusan lebih pulau yang kita miliki dan disatukan oleh laut yang demikian luas. Maka kemudian, kapal menjadi sesuatu yang memiliki nilai strategis bagi negara kita. Oleh karena itu, tentu KKCTBN 2019 ini juga memiliki posisi yang strategis dalam rangka menjaga kedaulatan bangsa, baik airnya maupun di permukaan airnya,” ungkap Didin saat sambutan.

Melalui kontes ini, Didin mengajak para peserta untuk mengambil makna dari setiap proses perlombaan. Pertama, makna untuk saling belajar tentang ilmu seputar perkapalan. “Dalam kesempatan kali ini kita juga mengembangkan kapal-kapal cepat yang lain, dalam bentuk, teknologi dan ragam teknologi yang kelak akan menyatukan kehebatan kita dalam wujud kapal-kapal yang bisa menjaga kedaulatan bangsa,” tegasnya di atas danau UMM.

Makna yang kedua adalah pengembangan karakter. Di antaranya adalah karakter untuk siap menang dan siap kalah. Ketiga, bagaimana agar para peserta rasa nasionalismenya terbangun. Keempat, penyelenggaraan KKCTBN ini merupakan upaya bersama mencoba menjadikan Indonesia berada pada jajaran depan pada pengembangan teknologi yang seharusnya dilakukan dalam rangka menghadapi era Revolusi Industri 4.0 ini.

Rektor UMM Dr Fauzan MPd berpesan bahwa event ini merupakan  titik awal dalam mengembangkan teknologi di bidang perkapalan. “Khususnya kepada para peserta, jangan dianggap kegiatan ini sekadar mencari nomor satu, nomor dua. Jadikan kontes ini untuk mengembangkan minat,” kata Fauzan.

Menurut  Fauzan, KKCTBN merupakan satu momen strategis mengembangkan minat dan bakat mahasiswa. “Siapa tahu, saat ini saudara menjadi mahasiswa, tujuh atau mungkin sepuluh tahun mendatang saudara akan menjadi leader-leader di bidang perkapalan. Apa yang didasari oleh minat dan bakat, Insya Allah, melajunya melebihi kapal yang berlomba,” ungkapnya.

Di event yang diikuti 30 perguruan tinggi ini ada 3 kategori yang diperlombakan. Pertama, Kapal Kendali Otomatis. Di kategori ini, kapal didesain dan dibangun dengan piranti lunak elektronik otomatis atau sensor warna. 

Kedua, Kapal Cepat Listrik dengan Sistem Kendali Jauh. Kapal ini menggunakan baterai sebagai sumber tenaga penggerak dengan bantuan remote control. 

Terakhir, Kapal Cepat Berbahan Bakar dengan Sistem Kendali Jauh. “Penilaian kontes KKCTBN ini dilakukan terhadap setiap kategori dengan beberapa kriteria. Selain ditentukan berdasarkan waktu tercepat, pertimbangan dalam penilaian juga berupa manuver kapal dalam setiap rintangan pada lintasan. Ada pula penghargaan bagi desain kapal terbaik,” terang Dr Nur Subeki ST MT dosen Fakultas Teknik UMM selaku Ketua Pelaksana KKCTBN 2019 ini di Kampus Putih UMM saat melaporkan acara.

Setiap kategori kontes prototipe kapal memiliki misi dan tantangan yang berbeda-beda. Secara umum kemampuan menyelesaikan misi dan tantangan tersebut dapat diukur melalui kecepatan dan kemampuan bermanuver. “Misi dan tantangan tersebut diterjemahkan ke dalam lintasan yang harus dilalui oleh setiap kapal dalam setiap kategorinya,” ungkap Subeki yang juga tengah menjabat Wakil Dekan III Fakultas Teknik UMM.

Daya kreasi mahasiswa dalam KKCTBN 2019 ini tidak hanya mencakup desain badan kapal yang baik dari segi performance dan manuver. Namun juga mencakup perencanaan sistem penggerak, sistem navigasi yang handal, dengan memperhatikan keselarasan faktor teknis lainnya (engine matching). 

Dengan demikian, kata dia,  segala kreativitas peserta dalam kontes tersebut  melibatkan banyak aspek. Terutama beberapa disiplin ilmu teknik yang saling berkaitan. (aji)