APTISI Bantu Sembako, Masker dan Hand Sanitizer ke Pemkot Malang

31 March 2020 - 19:04 WIB
Aptisi Komisariat IV Wilayah VII Jatim menyerahkan bantuan untuk penanganan virus Covid 19 kepada Walikota Malang

MALANG (surabayapost.id) – Kepedulian Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi), komisariat IV wilayah VII Jawa Timur dalam melawan Covid-19 patut diapresiasi. Sebab mereka memberikan bantuan penanganan virus Covid 19.

Bantuan tersebut diserahkan lewat Pemerintah Kota Malang, Senin (30/03/2020). Bantuan tersebut berupa, sembako, Hand Sanitizer serta masker. Secara simbolis, bantuan diterima langsung Walikota Malang, Drs H. Sutiaji di Balaikota Malang.

Ketua Aptisi Jawa Timur, Prof Suko Wiyono, Selasa (31/3/2020) menjelaskan, pihaknya mempunyai kebijakan, untuk membantu masyarakat terdampak Corona. Pemberitaan bantuan itu, juga berawal dari rasa prihatin atas kondisi masyarakat yang sedang dialami saat ini.

Ketua Aptisi Komisariat IV Wilayah VII Jatim, Prof Suko Wiyono saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Banyak masyarakat, yang terkena imbas dari mewabahnya virus Corona ini. Sebagai bentuk kepedulian, kami dari Aptisi menghimpun bahan bahan kebutuhan warga. Semoga dapat memberikan manfaat, bagi masyarakat terdampak,” terang Prof Suko, Selasa (31/03/2020).

Ia menambahkan, kebijakan Aptisi Jatim, juga meminta kepada masing masing Komisariat, untuk action. Tekhnis penghimpunan bantuan, diserahkan kepada masing masing komisariat. Mengingat, di Jawa Timur, ada 6 komisariat. Bantuanya, bisa bermacam macam, sesuai kemampuannya. Karena itu, pemberian bantuan akan menggelinding, mengingat direspon dengan baik oleh anggota Aptisi, bahkan apresiasi dari Aptisi pusat.

“Kalau di Malang, yang melalui Aptisi untuk gelombang pertama, kita serahkan 400 paket sembako dan beberapa kebutuhan lainnya. Saya yakin, masih ada gelombang selanjutnya. Ada yang langsung atas nama, ada juga yang lewat Aptisi. Terserah saja, tidak apa – apa. Ini akan berjalan, mengingat Aptisi pusat juga menghimbau secara nasional,” lanjut Prof Suko Wiyono yang juga menjabat Rektor, Universitas Wisnuwardhana ini.

Ia menghimbau, agar dalam menyerahkan bantuan, bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat. Hal itu dirasa perlu, karena untuk pemetaan, sehingga tidak tumpang tindih. Selain kepada masyarakat terdampak, bantuan juga untuk mahasiswa Bidikmisi.

“Pak Wali juga menyambut baik aksi ini. Nantinya, semakin banyak yang peduli. Bahkan dari APBD, juga dianggarkan khusus untuk memberikan bantuan kepada para warga terdampak. Untuk Aptisi sendiri, sangat mungkin akan menyerahkan bantuan lagi, bisa dari yang belum berpartisipasi, atau yang sudah memberikan bantuan lagi,” pungkasnya. (lil)