Gelar Agustusan, Warga Permata Jingga Kobarkan Semangat Bersatu dan Bersaudara 

Warga RW 06 Perum Permata Jingga, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jatim pose bersama usai upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74, Sabtu (17/8/2019).

MALANG  (SurabayaPost.id) – Ada suasana yang berbeda di kawasan perumahan elit, Permata Jingga, Kelurahan Tunggulwulung,  Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jatim, Sabtu (17/8/2019). Warga kelas atas tersebut merayakan Agustusan untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-74 di lapangan  setempat. 

Mereka melakukan upacara bendera dengan penuh hikmat mulai pukul 06.30 WIB hingga selesai. Ratusan  warga mengikuti upacara tersebut. 

Praktis upacara bendera tersebut terlihat sangat meriah. Sebab, yang menjadi petugas upacara adalah para tokoh warga setempat. 

Petugas upacara bendera di RW 06 Permata Jingga yang mengobarkan semangat bersatu dan bersaudara

Itu mulai dari inspektur upacara, pengibar bendera, pembaca UUD 1945 hingga paduan paduan  suaranya. “Itu yang membedakan pelaksanaan Upacara Bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI sekarang dengan tahun lalu,” kataYoga Adhinata, Ketua Panitia  Semarak Agustusan  RW 06, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Menurut dia, pada tahun lalu semua petugas upacara dari petugas  sekuriti Permata Jingga. Sedangkan saat ini adalah warga.  

Dalam upacara bendera yang meriah itu diikuti warga dari 10 RT. Mereka  mengirimkan utusannya,  masing-masing 10 orang. 

Petugas upacara bendera Hari Kemerdekaan RI ke kala membacakan teks proklamasi 17 Agustus 1945

Pria yang akrab disapa Yoga ini merasa  lega dan puas. Sebab, mereka terlihat kompak, rukun dan guyub selama mengikuti Agustusan tersebut.  

Menurut Yoga yang juga pengurus KONI Kota Malang ini, kekompakan, keguyuban dan kerukunan tersebut menjadi harapan utama dalam merayakan HUT Kemerdekaan RI kali ini.  

“Makanya dalam msrayakan Agustusan kali ini kami mengusung tema “Semangat Bersatu dan Bersaudara”. Spirit itu yang perlu dikobarkan untuk saat ini,” tutur Yoga dengan antusias.

Dijelaskan Yoga yang juga pengurus Pertina Kota Malang ini, bila semangat bersatu dan bersaudara tersebut sangat penting untuk kemajuan masyarakat, bangsa dan  negara. Menurut dia, kalau warga kompak, rukun dan memiliki rasa persatuan yang kuat, semua persoalan bisa diatasi. 

Warga pose bersama usai upacara nendera

Untuk itu, terang pengurus Gapensi Kota Malang ini, Agustusan merupakan  momentum untuk terus mengobarkan kembali semangat bersatu dan bersaudara tersebut. “Termasuk juga mendekatkan  TNI/Polri dengan rakyat,” tutur lelaki murah senyum ini. 

Demi mewujudkan hal tersebut, kata dia, RW 06, Kelurahan Tunggulwulung menggelar serangkaian kegiatan.  Kegiatan tersebut diawali dengan tasyakuran dsn upacara bendera yang digelar hari ini.

Setelah itu ada acara puncak yang dilaksanakan di lapangan Tenis Permata Jingga, Minggu (18/8/2019). Pada acara puncak itu ada jalan  sehat, bazar, lomba-lomba hingga pameran alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI/Polri. 

Ketua Panitia Semarak HUT Kemerdekaan RI di RW 06 Permata Jingga, Yoga Adhinata bersama petugas paduan suara.

“Untuk pameran alutsista itu kami  bekerja sama dengan Yon Armed. Tujuannya ya agar masyarakat tahu bagaimana Alutsista yang dimiliki Indonesia. Jadi Agustusan kali kami buat semeriah mungkin,” jelas Yoga.

Kemerahan itu memang tak bisa terbantahkan.  Sebab, warga RW 06 yang tinggal di kawasan perumahan paling elit di Kota Malang itu secara spontan mengakui. 

“Waww….. mantap. Agustusan kali ini benar-benar meriah,” kata Totok yang merupakan pengembang Perumahan Permata Jingga yang diamini warga lainnya  usai mengikuti upacara. 

Usai upacara bendera warga pwrumahan wlit di Kota Malang ini makan soto bersama.

Pengungkapan rasa puas Totok dan warga lainnya itu bisa dimaklumi. Sebab, tidak hanya rangkaian kegiatan yang bakal heboh.  Namun, tumbuh suburnya rasa persatuan dan persaudaraan di antara para warga. 

Mereka makan bersama usai upacara. Makanan yang disiapkan panitia Semarak HUT Kemerdekaan RI yang ke 74 itu berupa nasi soto. Ada nasi soto Banjar, soto Lombok dan soto Jawa atau soto Madura. 

Sambil makan, warga Permata Jingga  –yang sebagian besar banyak pejabat, pengusaha, mantan pejabat serta politisi– itu bercengkrama. Mereka tampak santai, sembari bergurau menikmati makanan tersebut.  Sehingga mereka terlihat kompak, rukun dan guyub. (aji)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.