Kota Mojokerto Kembali Terima Anugerah Adipura

16 January 2019 - 16:05 WIB
Walikota Mojokerto Ika Puspitasari saat menerima penganugerahan Adipura dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

MOJOKERTO (surabayapost.id) – Untuk ketiga kalinya Kota Mojokerto kembali menerima penghargaan anugerah Adipura kategori kota sedang untuk periode 2017-2018. Anugerah yang diraih ketiga kalinya ini diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Walikota Mojokerto Ika Puspitasari di Jakarta, Senin (14/1/2019) lalu.

Pada kesempatan ini Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) memberikan sebanyak 146 penerima penghargaan yang terdiri dari 1 Adipura Kencana, 119 Adipura 10 Sertifikat Adipura dan 5 Plakat Adipura serta Penghargaan Kinerja Pengurangan Sampah kepada 11 Kabupaten/Kota. Dalam laporannya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menjelaskan bahwa Anugerah Adipura diberikan kepada kita yang mampu menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan yang baik.

Dalam pengarahannya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan bahwa penghargaan Adipura adalah kebanggaan bahwa dengan kerja keras bisa memperbaiki kehidupan masyarakat. “Ada tiga hal yang menjadi isu dunia. Pertama adalah demokrasi, kedua adalah masalah HAM dan yang ketiga adalah masalah lingkungan hidup,” kata Jusuf Kalla.

Lebih lanjut, Jusuf Kalla menyampaikan bahwa yang penting adalah memberi contoh kepada masyarakat dan memberikan stimulan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarang. “Bersih akan membawa hidup bersih, kalau kita hidup bersih maka orang akan merasa bersalah buang sampah di jalan dan demikian kalau kotor akan membawa kotor lebih banyak lagi,” lanjutnya.

Sementara itu, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari bersyukur dan bahagi menjadi bagian dari salah satu penerapan penghargaan Adipura dari Wakil Presiden Jusuf Kalla diantara 119 Kabupaten/Kota di Indonesia. Penghargaan yang telah diterima tiga tahun berturut-turut oleh Kota Mojokerto ini diapresiasi khusus oleh Ning Ita sapaan akrab Walikota Mojokerto.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Mojokerto juga seluruh pasukan kuning yang bekerja membersihkan Kota Mojokerto dibawah naungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto,” ucapnya.

Kedepan untuk meraih Adipura kembali, Ning Ita ingin bisa berinovasi lebih dalam menangani urusan persembahan di Kota Mojokerto. Bahkan beberapa waktu lalu Ning Ita bersama Cak Rizal dan DLH sempat melihat secara langsung proses pengelolaan sampah yang akan diadopsi dari daerah tetangga. “Saya ingin pengelolaan sampah di Kota Mojokerto menuju Seri Waste,” tuturnya.

Upaya ini membutuhkan kerjasama berbagai pihak untuk mewujudkannya. “Khususnya kepada seluruh masyarakat untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Menjaga Kota Mojokerto menjadi yang lebih indah bersih dan lebih cantik, karena small is beautiful,” lanjutnya.

Semakin padatnya penduduk, maka persoalan sampah menjadi urusan yang sangat penting. Pemerintah Daerah bisa mengupayakan melalui APBD namun yang paling penting adalah peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan. “Masyarakat harus terlibat secara aktif minimal di lingkungan rumahnya sendiri untuk selalu membuang sampah, memilah sampah sebelum diangkut oleh pasukan kuning kita. Supaya tugas dari teman-teman yang ada di TPS, TPST dan juga TPA menjadi lebih ringan lagi,” serunya. (joe)