Kurang 24 Jam, Polres Makota Tangkap Pelaku Mutilasi Lewat Tato dan K9

15 May 2019 - 21:55 WIB
Tersangka mutilasi Sg saat diinterogasi polisi di lokasi penangkapan.

MALANG (SurabayaPost.id) – Kinerja jajaran kepolisian dari Polres Malang Kota  (Makota) dan Polda Jatim luar biasa. Sebab dalam tempo kurang 24 jam terduga pelaku mutilasi berinisial Sg itu bisa ditangkap.

Penangkapan terhadap tersangka Sg diakui Kapolres Makota, AKBP Asfuri SIK MH. Menurut Asfuri, tersangka ditangkap di krematorium Panca Budhi, Jl Laksamana Martadinata, Kota Malang, Rabu (15/5/2019).

Tersangka merupakan  warga Jodipan, Blimbing, Kota Malang. Dia berhasil ditangkap polisi lewat petunjuk tato di telapak kaki korban dan endusan anjing pelacak K9.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri

“Awalnya kami temukan tulisan tato di telapak kaki korban. Itu kami selidiki. Hasilnya anggota kami menemukan gambar tato yang sama  di rumah warga di Jodipan,” kata Asfuri.

Setelah itu, kata Asfuri,  K9 yang diterjunkan di tempat kejadian perkara  (TKP) mengendus baju korban mutilasi. Lalu K9 itu melacak hingga ke Krematorium Panca Budhi.

Kala itu, menurut dia, K9 langsung  ditarik. Meski begitu, beberapa anggota masih melakukan pencarian terhadap tersangka di kawasan tersebut.  

Beberapa saat kemudian, anggota menemukan orang tidur. Lalu orang tidur itu dipanggil namanya langsung bangun.

“Lantas diinterogasi karena sikapnya mencurigakan. Ternyata orang berinisial Sg itu mengakui bila sudah memutilasi,” kata dia.

Sesuai pengakuan tersangka, bila korban itu dimutilasi setelah meninggal dunia. “Itupun kata tersangka sesuai permintaan korban,” kata Asfuri.

Dijelaskan Asfuri bila identitas korban sampai saat ini belum diketahui. Sebab, pelaku mengaku kenal baru beberapa hari.

Pelaku berkenalan saat buka bareng di kawasan Jalan Martadinata. Lalu kala itu korban bercerita bila menderita penyakit kelamin yang akut.

Setelah itu korban diajak ke kawasan Pasar Besar Malang. Di situ, menurut pelaku, korban ditunggui oleh pelaku hingga meninggal dunia.

Setelah tiga hari meninggal dunia, pelaku mengaku baru melakukan mutilasi menggunakan gunting besar. “Itu dilakukan karena korban yang meminta, katanya,” urai Asfuri.

Meski begitu, lanjut Asfuri, penyidik tidak percaya begitu saja. “Makanya kami dalami sambil menunggu hasil otopsi dan pengembangan serta penyelidikan identitas korban. Termasuk juga hasil pemeriksaan ahli kejiwaan,” jelas Asfuri. (lil)