Mahasiswa IBU Raih Perak Lewat Catur di SEA Games 

7 December 2019 - 22:28 WIB
Mohamad Ervan, mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan Olahraga dan Prestasi IKIP Budi Utomo (IBU) Malang saat menerima medali perak catur di SEA Games Philipina

MALANG (SurabayaPost.id)  – Mohamad Ervan, mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan Olahraga dan Prestasi IKIP Budi Utomo (IBU), angkatan 2018, mempersembahkan medali perak, untuk Indonesia, di ajang SEA Games 2019 di Filipina. Medali yang direbut Sabtu ini, dari cabor catur. 

Berlangsung di Travellers Hotel, Subic Bay Filipina. Ervan berhasil mengumpulkan 6,0 poin. Hanya kalah dari Uaychai Kongsee asal Thailand, yang mengumpulkan 8,0 poin. Berhak atas medali emas.  Sementara wakil Vietnam, Wynn Zaw Htun, meraih medali perunggu, setelah mengumpulkan 5,5 poin. 

Sebenarnya poin yang dikumpulkan pecatur Vietnam itu, sama dengan poin pecatur Indonesia lainnya, Dede Lioe. Tapi dari sisi rangking, Dede kalah dari Wynn Zaw Htun.

Mohamad Ervan, mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan Olahraga dan Prestasi IKIP Budi Utomo (IBU) Malang.

”Rasanya bangga bisa mempersembahkan perak untuk Indonesia. Meski belum bisa mendapatkan emas. Semua itu berkat dukungan semuanya. Terutama dari kampus dan Pak Rektor,” ujar Ervan, melalui telepon internasional, langsung ke Rektor IBU, Dr H Nurcholis Sunuyeko, Sabtu (7/12) sore tadi.

Penyandang gelar FIDE Master ini menyebut, perjuangan untuk bisa mendapatkan perak, sangat ketat dan berlangsung dalam sembilan putaran.

Hanya saja, sejak awal pecatur asli Probolinggo itu, sangat optimis bisa mempersembahkan medali. ”Sangat yakin. Melihat peta kekuatan pecatur di Asia Tenggara, saya yakin bisa dapat medali,” tambah satu-satunya pecatur yang menyandang gelar Master FIDE ini, satu tingkat di bawah Grand Master.

Berdasarkan pemeringkatan FIDE, Ervan menempati urutan 12 dari 100 pecatur Indonesia. Rating Ervan 2.354. Sedangkan rating tertinggi diduduki Grand Master Susanto Megaranto (2.516).

Rektor IBU sendiri, sangat mengapresiasi prestasi yang ditorehkan Ervan. Karena tidak saja membanggakan almamater. Tapi juga Indonesia. 

”Jelas kami sangat bangga. Wajar kalau kami langsung menyiapkan berbagai penghargaan. Yang pasti beasiswa untuk Ervan. Termasuk penghargaan dalam bentuk yang lain. Semoga prestasi Ervan, mematik mahasiswa lain, untuk meraih prestasi yang lain. Lewat kemampuan masing-masing,” demikian Nurcholis. (lil)