Manusia Pancasila Asal Lumajang

13 September 2022 - 08:21 WIB

Oleh : Mokhamad Masduki

@Redaktur SurabayaPost.id

Salah ucap, bukan berarti tidak hafal. Sebagai manusia ada waktu-waktu tertentu bisa lupa, padahal sebenarnya hafal. Karena salah ucap bukan tidak hafal, tetapi bisa lupa karena kondisi yang membuatnya terjadi. Manarik disimak, meski hanya kejadian didaerah setingkat kabupaten, tetapi bisa jadi pengingat untuk membuka kesadaran para pejabat ditingkat pusat, dan bahkan pejabat setingkat presiden sekalipun. Karena kejadian ini langka terjadi dan dilakukan oleh pejabat di Indonesia.

Manusia tembus batas itu adalah Anang Ahmad Syaifudin asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Ia seorang Ketua DPRD Kabupaten Lumajang (sebelum mundur) asal Partai Kebangkitan Bangsa (FKB). Hanya karena salah ucap ayat 4 Pancasila pria ini dengan gagah berani mengundurkan diri dihadapan publik. Bisa saja orang menganggap bahwa Anang memang tidak hafal. Tetapi dengan dia mengundurkan diri adalah bukti bahwa dia sebenarnya bukan hanya hafal. Tetapi Anang telah melakukan dan melaksanakan amanat Pancasila.

Anang tidak sedang melakukan tindakan amoral, korupsi menyalahgunakan kewenangan jabatanya yang merugikan keuangan negara yang jauh dari sifat manusia Pancasila. Tetapi Anang hanya salah ucap jika di telaah dan diamati sesuai video yang beredar di hadapan para mahasiswa HMI Lumajang. Masyarakat Lumajang patut bangga. Anang bukan hanya saja pantas menjadi pemimpin masa depan bangsa ini karena dia masyarakat Indonesia masih memiliki harapan punya pemimpin masa depan yang jujur. Dia pantas dijuluki manusia Pancasila. Karena dia melakukan hal diatas keoentingan pribadinya.

Anang sendiri menyatakan mundur dari jabatannya, setelah mengakui dirinya tidak hafal Pancasila. Politikus PKB ini mengatakan keputusannya mengundurkan diri untuk menjaga murwah DPRD Kabupaten Lumajang dan menjadikan pembelajaran bagi siapa saja yang menjadi pemimpin.

Dengan tegas Anang mengatakan, atas nama pribadi dan Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Lumajang, khususnya kepada anggota dewan, terkait dengan insiden tidak hafalnya saya melafalkan teks Pancasila, pada Senin (12/9/22).

Bahkan Anang masih sempat berpesan kepada mahasiswa agar terus menjadi pengingat bagi para pemimpin. Agar mahasiswa tetaplah jadi alarm untuk Indonesia, tetaplah jadi pengingat untuk kita

Keputusan mendadak Anang yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Lumajang imi sangat mengejutkan banyak pihak. Tidak terkecuali Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Dalam sambutannya saat sidang paripurna pembahasan raperda perubahan APBD Tahun Anggaran 2022, Bupati Lumajang tampak sangat emosional menahan tangis.

Sambil membaca lima butir Pancasila secara fasih yang diikuti seluruh anggota dewan dan tamu undangan yang hadir, sesekali, suara Thoriq terdengar menahan tangis dan matanya tampak berkaca-kaca menahan air mata. Berulang kali, Bupati yang akrab disapa Cak Thoriq ini juga menyebut Anang sebagai sahabat.

“Kita semua telah membayar atas kesalahan, kekhilafan yang tentu tidak disengaja oleh sahabat saya Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Sahabat Anang Ahmad Syaifudin,”

Profile Anang Ahmad Syaifudin

Anang merupakan politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa yang lahir pada 24 November 1972 di Lumajang. Kini ia berusia 50 tahun. Ia berdomisili di Dusun Kembang RT 01 RW 07 Desa Sentul, Sumbersuko, Lumajang. Ia menyelami pendidikan hingga tingkat sarjana.

Anang pernah menjabat sebagai Koordinator Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lumajang. Anang juga pernah menjabat sebagai Ketua Badan Musyawarah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lumajang dan Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lumajang.

Selain itu, ia pernah menjadi Ketua Dewan Pengurus Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Lumajang. Ia bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa sejak 20 September 2019.