Milad ke-55, UMM Canangkan Jadi PT Kompetitif di Kancah Internasional

4 December 2019 - 00:16 WIB
Rektor UMM Dr Fauzan MPd memberangkatkan peserta jalan sehat dalam rangka Milad UMM yang ke-55

MALANG (SurabayaPost.id) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mencanangkan menjadi perguruan tinggi (PT) yang kompetitif di kancah internasional. Sehingga tidak hanya  menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dunia. Namun juga korporasi di tingkat nasional maupun internasional.

Rektor UMM Fauzan menegaskan hal tersebut di sela-sela  kegiatan Milad UMM ke-55 di kampus III, Malang, Minggu (1/12/2019). Dia mengatakan sampai saat ini sudah bekerja sama dengan 101 perguruan tinggi bergengsi dari luar negeri.

Di antaranya dia sebutkan  seperti Eropa, Amerika Serikat, Australia, dan Asia. Di dalam negeri, UMM telah menjalin kerja sama dengan korporasi seperti dengan 114 BUMN dan banyak lagi dari swasta.

“Kami sudah merencanakan untuk menjadi perguruan tinggi yang kompetitif di dunia internasional. Itu  targetkan pada 2024 sudah mampu menjadi PT yang kompetitif sesuai harapan,” ucapnya.

Lewat kerjasama antar-PT dengan luar negeri itu, kata dia, banyak hal positif yang harus dilakukan.  Dicontohkan seperti memperkuat masing-masing institusi, riset dan publikasi ilmiah.

“Hasilnya riset nanti tak hanya menjadi produk ilmiah. Namun juga bisa diimplementasikan oleh dunia industri. Sehingga benar-benar ada  link and match dengan dunia industri,” jelas dia. 

Apalagi kata dia, kepercayaan  terhadap UMM kini semakin menguat.  Dia contohkan seperti kepercayaan dari berbagai kalangan luar negeri. 

Misalnya, adanya  tawaran agar membangun kampus UMM  di Kazakhstan. Hal itu terjadi karena pemerintah di sana mengapresiasi model pembelajaran dan segala aspek yang menyertainya di UMM. Sehingga mereka meminta agar UMM  dikembangkan di Kazakhstan.

Sedangkan kerja sama dengan korporasi, kata dia, berbentuk kerja sama saling menguntungkan. Di sisi keuntungan UMM, kerja sama tersebut dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa mengenai kondisi perkembangan riil dunia industri.

Dengan demikian, apa yang mahasiswa pelajari di kampus, bisa cocok dengan kebutuhan riil di dunia industri. Setidaknya bisa saling melengkapi.

Di sisi lain, kata dia, UMM juga diharapkan memberikan kontribusi nyata pada korporasi, maupun masyarakat. Karena itulah, UMM terus melakukan terobosan di bidang penelitian.

Hasil penelitian yang sudah hampir rampung dan segera diluncurkan secara ditawarkan kepada korporasi, masyarakat, dan pemerintah, berupa penemuan benih padi varietas unggul. “Tapi lebih rincinya nanti saja, setelah betul-betul dirilis benih tersebut,” ucapnya.

UMM juga mendapatkan tawaran untuk investasi pengembangan tanaman herbal di Ghuang Zo, China. Menurut Fauzan, pembangunan kampus UMM di Kazakhstan itu masih pembahasan. 

Begitu juga dengan rencana investasi tanaman herbal di Guangzhou, “Semua itu sudah dalam proses  dikaji. Jika kajiannya clear, maka bisa saja direalisasikan,” ujarnya.(aji)