Ormas dan  OKP Kota Batu Tolak Gerakan People Power Lewat Bukber

22 May 2019 - 00:54 WIB
Para tokoh Ormas dan OKP di Kota Batu saatenggak gerakan people power disela Bukber puasa.

BATU (SurabayaPost.id) –  Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kota Batu menolak gerakan people power. Penolakan itu disampaikan  saat buka bersama (Bukber) yang digelar di kantor PCNU Kota Batu, Selasa (21/5/2019).

Di antara Ormas yang hadir dalam deklarasi tolak people power itu adalah Ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama  (NU) dan Muhammadiyah. Sedangkan dari OKP terlihat Ansor, KNPI, Banser, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik  dan lain sebagainya.

Mereka dalam kegiatan tersebut secara tegas menolak gerakan people power. Makanya, tema yang mereka usung menyongsong bangsa bermartabat dengan mempererat silaturahmi dan memperkokoh persatuan dan kesatuan.

Kekompakan Ormas dan OKP yang menolak gerakan people power lewat bukber itu mendapat apresiasi dari Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto. Dia mengatakan  sangat mengapresiasi gerakan teraebut.

Alasannya, lantaran giat Bukber tersebut, merupakan salah satu jalan untuk membangun silaturahmi dan kerjasama. “Dengan Ansor, KNPI dan Banser banyak hal positif yang terjalin selama ini.  Terutama pasca Pilpres 17 April 2019 lalu,” papar dia.

Menurut Kapolres yang akrab disapa Buher ini, mereka saling bekerja sama untuk menjaga Kamtibmas di wilayah Kota Batu “Itu sungguh membahagiakan,” tandasnya.

Oleh karena itu, terang dia,  pernyataan sikap bersama OKP dan Ormas  se- Kota Batu, di Aula PCNU patut diapresiasi. Sebab mereka secara tegas menolak gerakan  People Power.

Sekadar diketahui, dalam giat tersebut dihadiri, Ketua PCNU Kota Batu HA Budiono, Ketua GP Ansor M Jafar Sodik, dan Ketua KNPI Yuniar Ari Sandi. Selain itu  perwakilan pemuda Katolik bersama perwakilan Pemuda Muhammadiyah Kota Batu.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan M Jafar Sodik, terlihat bangga kegiatan tersebut bisa digelar. Dia pun mengucapkan terima kasihnya terhadap para undangan Bukber tersebut.

“Saya menyampaikan rasa duka dan penghargaan kepada pejuang demokrasi bisa menerima seluruh hasil Pemilu 2019. Dengan menolak upaya pengerahan massa People Power, dan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada TNI-Polri,” pungkasnya. (gus)