Raih Penghargaan Destinasi Wisata Halal, Panjat  Bakal Dievaluasi

20 July 2019 - 21:08 WIB
Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemkot Batu, Imam Suryono
Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemkot Batu, Imam Suryono

BATU (Surabayapost.id) –  Pemkot Batu lewat Dinas Pariwisata Kota Batu berencana melakukan evakuasi terhadap keberadaan  panti pijat (Panjat). Tujuannya, menurut Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono agar tertib.

“Itu perlu diperhatikan secara serius. Sebab, Kota Batu meraih penghargaan sebagai destinasi wisata halal unggulan dari Indonesia Muslim Travel Index (IMTI),”  jelas dia.

Menurut Imam Suryono, penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Pariwisata RI Arief Yahya kepada Pemerintah Kota Batu. Konsekuensi penghargaan itu kata ia  setidaknya bakal berdampak pada tempat usaha panti pijat yang ada di wilayah Kota Batu.

Alasannya, kata dia, dengan diraihnya penghargaan halal tersebut berarti destinasi wisata yang ada harus mendukung. Sehingga destinasi wisata atau tempat usaha  yang ada di Kota Batu harus bernuansa agamis.

“Wisatawan yang berkunjung ke Kota Wisata Batu berpakaian sopan.  Tempat-tempat wisatanya juga disediakan tempat ibadah serta tidak terlihat pula hewan – hewan piaran yang diharamkan berkeliaran di tempat-tempat keramaian dan sebagainya,” katanya.

Selain itu, tutur Imam Suryono, keberadaan beberapa usaha, salah satunya usaha panti pijat yang ada di wilayah Kota Batu secara perlahan bakal dilakukan evaluasi. Itu akan melibatkan  pihak pengelola yang bersangkutan.

“Ya, tempat usaha seperti itu, nantinya akan segera dilakukan evaluasi supaya dijadikan tempat usaha oleh – oleh. Dan pekerjanya bisa direkrut lagi  sebagai tenaga kerja di tempat tersebut,” tandasnya.

Untuk itu, tandas dia, Kota Batu secara perlahan akan menjadi destinasi wisata halal. Menurutnya, rencana tersebut akan segera dilakukan.

“Sebagai Kota Wisata, Kota Batu terus berupaya untuk menjadi Kota Wisata Halal. Setidaknya tempat-tempat wisata di Kota Batu mengikuti norma – norma agama,” tegasnya.

Misalnya, tegas dia, usaha  makanan agar bersertifikasi halal. Termasuk dengan pemisahan toilet di tempat-tempat wisata antara laki-laki dan perempuan.

“Begitu juga dengan tempat ibadah yang sudah terpisah hingga tidak ada hewan seperti anjing yang berkeliaran di tempat wisata, seperti itulah Kota Batu,” paparnya.

Maka dari itu, papar dia, untuk tempat-tempat panti pijat di Kota Batu kedepannya, menurut Imam Suryono, akan diarahkan sebagai tempat oleh-oleh.

“Artinya bagi wisatawan yang ingin pijat, sedianya bisa menggunakan jasa pijat refleksi, yang kaum perempuan ya perempuanlah yang memijat.Bahkan kalau pemijatnya laki – laki ya laki laki pula yang memijat,” harapnya.

Karena itu Ia berjanji akan segera mengajak pengelola tempat pijat dan dinas perizinan agar duduk bersama. Sehingga semuanya bisa tertata secara tertib. (gus)