Rakercab HKTI Gresik Programkan Pelatihan Petani Milenial

20 August 2022 - 15:35 WIB

GRESIK (SurabayaPost.id)–Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Gresik, Jawa Timur menggelar rapat kerja cabang (rakercab), Sabtu (20/08/2022). Rakercab dibuka oleh Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani di Gedung Pudak Galery Jalan Pahlawan Kota Gresik.

Ketua HKTI Gresik Musa mengungkapkan, HKTI Gresik akan membangun zona pertanian, zona peternakan melalui demplot dan akan bekerjasama dengan dinas pertanian dan CSR perusahaan.

“Zona konservasi (area pertanian) merupakan lahan pertanian eksisting pada tapak sehingga pada zona ini fungsi bangunan di minimalisir. Karenanya peran lahan pertanian terhadap ketahanan pangan sangat penting karena semakin hari semakin sedikit lahan pertanian yang mengakibatkan import bahan bahan pangan yang sebenarnya bisa diproduksi sendiri,” kata Musa

Ia menegaskan, HKTI juga akan membentuk tim khusus (timsus) untuk program pelatihan dan penyuluhan pertania ke desa-desa. Penyuluh pertanian untuk memberikan pengetahuan dan cara – cara baru dalam budidaya tanaman sehingga petani dapat lebih diarahkan dalam usahatanya, serta peningkatan hasil dan dapat mengatasi kegagalan kegagalan usahatani yang sebelumnya.

“Memang harus ada tim khusus. Karena jangkauanya spesifik dalam hal SDM petani ” imbuhnya.

Dikatakan Musa, HKTI juga wajib mebentuk koperasi petani dalam rangka back up usaha-usaha pertanian. Karena selama ini koperasi petani masih belum banyak membantu dan berbuat banyak saat dibutuhkan petani.

“Koperasi pertanian merupakan kekuatan yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan bersama. dalam melakukan kegiatan usahanya dapat mempersatukan usaha para petani untuk memenuhi kebutuhannya, seperti usaha pengadaan pupuk, bibit, alat pertanian, dan menjual bersama produksi pertanian,” tandasnya

Pria yang juga anggota DPRD Gresik Fraksi Nasdem ini memprogram pelatihan khusus untuk petani milenial. Agar anak-anak milenial tidak menganggap menjadi petani adalah pekerjaan yang selama ini dianggap tidak bergengsi.

“Menjadi petani adalah profesi paling bergengsi. Karena menggunakan kemampuanya yang tidak biasa silakukan pemuda lainya. Petani milenial mempunyai peran penting untuk saat ini. Karena, untuk melanjutkan pembangunan di sektor pertanian dibutuhkan dukungan dari SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” pungkasnya. (uki)