Rektor UMM: Kabinet Indonesia Maju Harus Kerja Kolaboratif dan Kolektif

24 October 2019 - 15:26 WIB
Rektor UMM Dr Fauzan MPd

MALANG  (SurabayaPost.id) – Kabinet Indonesia Maju yang sudah dibentuk dan dilantik Presiden Jokowi mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Tak terkecuali Rektor Universitas Muhammadiyah Malang  (UMM) Dr Fauzan MPd. 

“Patut diakui dan diapresiasi. Proses pembentukan hingga pelantikan  Kabinet Indonesia Maju yang dilakukan Presiden Jokowi berlangsung dengan smut,” kata Rektor Fauzan, Rabu (23/10/2019). 

Apalagi, lanjut dia, figur-figur yang dipilih untuk mengisi Kabinet Indonesia Maju itu tak perlu diragukan lagi kapasitasnya. Meski begitu, dia mengingatkan jika mereka menjadi menteri bukan bekerja  untuk menteri. 

Rektor UMM Dr Fauzan MPd

“Jadi menteri itu bekerja bukan  untuk menteri. Tapi bekerja sesuai visi dan misi presiden. Sedangkan Presiden Jokowi sudah memprioritaskan pada periode kedua ini fokus pada infrastruktur dan pengembangan SDM yang unggul. Itu yang diprioritaskan,” jelas Fauzan. 

Selain itu, kata dia, reformasi birokrasi yang mendukung. Sehingga, tegas dia,  kerja kolaboratif atau kolektif sangat menentukan keberhasilan dari Kabinet Indonesia Maju itu. 

Menurut dia, teamwork akan menjadi sangat penting bagi para menteri yang dilantik. Untuk itu, kata Fauzan, dibutuhkan formula birokrasi terintegrasi. 

“Harapannya, agar kepastian pelayanan itu jelas.  Sehingga masyarakat dapat kepastian. Makanya, harus membangun kekuatan  sinergi lewat Menko,” tutur dia. 

Itu mengingat, terang dia, perlu sinergi dan kebersamaan antar menteri dalam membentuk sumber daya manusia   (SDM) unggul. Apalagi tahun 2045 sudah dicanangkan sebagai momentum Indonesia Emas. 

“Itu berarti mai tidak mau, arah pekerjaaan dan kebijakan di setiap kementerian diarahkan pada pembentukan SDM yang unggul, sesuai misi dan visi Presiden Jokowi,” tandasnya.

Menurut dia, dengan adanya sinergi dan kolaboratif antar kementerian, pembentukan SDM yang unggul bakal terarah, fokus, dan lebih cepat. Sebab, masing-masing kementerian  tidak berdiri sendiri-sendiri. “Apalagi untuk membentuk SDM yang unggul,” katanya.

Karena itu, kata dia, peran Menko menjadi penting untuk mensinergikan kebijakan dan program kementerian. Sehingga, program dan kebijakan terkait pembentukan SDM yang unggul menjadi padu.

Dijelaskan Fauzan bahwa Presiden Jokowi ingin membangun fondasi untuk Indonesia maju.  Yakni bangsa yang memiliki kesejahteraan bagus dengan pendapatan rakyatnya yang tinggi. 

Keinginan itu, kata dia bisa terwujud jika infrastruktur bagus  dan SDM-nya berkualitas. Pada lima tahun sebelumnya, kata dia, infrastruktur sudah tergarap dengan baik. “Sekarang tinggal SDM-nya,” kata dia. 

Dia optimistis Indonesia akan maju jika memiliki SDM berkualitas. Sebab dia yakin investasi akan terus masuk kalau SDM yang ada sangat mumpuni. 

Karena itu kata dia, rencana Presiden Jokowi menerbitkan UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM, sebagai omnibus law patut didukung. Sebab bisa menyentuh deregulasi dan debirokratisasi. “Itu secara tak langsung bakal meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (aji)