Pengolahan Sampah Berbasis Desa/Kelurahan, DLH Lelang Pengadaan Incinerator Rp 1,5 Miliar

Kepala DLH Kota Batu Arief As Siddiq menunjukkan contoh mesin incinerator.

BATU (SurabayaPost.id) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ingin mengubah strategi pengelolaan sampah di Kota Batu dari sentralisasi TPA Tlekung menjadi konsep desentralisasi yang berbasis desa dan kelurahan. Untuk itu DLH Kota Batu mulai melelang secara terbuka pengadaan mesin incinerator atau mesin pengolah sampah sebanyak 5 unit senilai Rp 1,5 miliar.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas DLH Kota Batu Arief As Sidiq, Selasa (2/6/2020). Menurut Arief Kota Batu mulai lelang terbuka mesin incinerator hari ini.

“Nilainya untuk lelang mesin incinerator sejumlah 5 unit dengan anggaran senilai Rp 1,5 miliar,” katanya.

Terkait lelang itu, Arief berharap segera bisa selesai. Sehingga nantinya bisa mengurangi beban sampah di TPA Tlekung yang rata-rata per hari mencapai 80 ton sampah.

“Itu semua untuk mengatasi sampah di Kota Wisata Batu, DLH ingin mengubah strategi pengelolaan sampah dari sentralisasi di TPA Tlekung menjadi konsep desentralisasi pengolahan sampah berbasis desa/kelurahan,” ungkapnya.

Itu, trrang dia, dengan konsep desentralisasi tersebut, Arief mengaku ingin sampah – sampah yang dimaksud di masing-masing desa/kelurahan mengelola sampahnya sendiri.

” Salah satunya dengan pengadaan mesin incinerator ini. Dan mesin incinerator nanti berfungsi untuk mengelola sampah residu atau yang tak bisa diolah.Setelah diolah sampah residu tersebut juga tidak akan merusak lingkungan atau mengeluarkan gas karbondioksida, tapi berbentuk air,” paparnya.

Dengan begitu, papar dia kedepannya desa dan kelurahan agar bisa mandiri dalam mengelola sampah. Karena lanjut dia, sesuai data, rata-rata per hari setiap desa dan kelurahan menghasilkan 2-3 ton sampah per hari.

” Dan mesin insenerator ini mampu mengolah sampah per hari sejumlah 1-2 ton dilakukan pengadaan 5 unit. Pada PAK banti, DLH bakal menganggarkan sisanya untuk dilelang kembali. Sehingga tahun ini targetnya dari 24 desa dan kelurahan mandiri sampah terlaksana,” pungkasnya (Gus)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.