Berangkatkan Mahasiswa Mengajar di Thailand, Ini Pesan Rektor IKIP Budi Utomo Malang

25 January 2019 - 16:06 WIB
Rektor IKIP Budi Utomo Malang Dr Nurcholis Sunuyeko MSi saat melepas tujuh mahasiswa yang ditugaskan mengajar di Thailand.
Rektor IKIP Budi Utomo Malang Dr Nurcholis Sunuyeko MSi saat melepas tujuh mahasiswa yang ditugaskan mengajar di Thailand.

MALANG (SurabayaPost.id)  – Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Jawa Timur,  Dr Nurcholis Sunuyeko MSi melepas mahasiswanya yang akan mengajar di Thailand. Pelepasan tersebut dilaksanakan di kampus C, IKIP Budi Utomo (IBU)  Malang, Jalan Citandui, Jum’at (25/1/2019).

Menurut Rektor Nurcholis Sunuyeko, pengiriman mahasiswa tersebut merupakan wujud kerjasama IBU dengan negara Asean. Khususnya, kata dia, dengan Thailand.

“Pemberangkatan pada kloter pertama ini ada tujuh mahasiswa. Mereka merupakan hasil seleksi yang diikuti 40 peserta,” kata dia.

Di antara ketujuh mahasiswa itu Eka Akhmaliatul Janah (Bahasa dan Sastra Indonesia), Nuria Ulfa Eka Juli Yanti, Wempi Sisilia Huda   (Bahasa Inggris). Selain itu, Ida Liyatul Ulyah, Khumaini Maulida (Bahasa dan Sastra Indonesia) dan Hilma Zuroida (Pendidikan Bahasa Inggris) dan Hikmah Arzilia  (Pendidikan Bahasa Inggris).

Mereka dilepas lewat  seremonial khusus nan sakral.  Itu disaksikan seluruh peserta seleksi dan para dosen IBU Malang.

Rektor IBU Malang yang akrab disapa Yai ini mengatakan bila ketujuh mahasiswa tersebut didampingi satu dosen. Mereka merupakan  duta IKIP Budi Utomo Malang, duta bangsa dan negara.

Rektor IKIP Budi Utomo Malang Dr Nurcholis Sunuyeko MSi foto bersama dengan tujuh mahasiswanya yang ditugaskan mengajar di Thailand.
Rektor IKIP Budi Utomo Malang Dr Nurcholis Sunuyeko MSi foto bersama dengan tujuh mahasiswanya yang ditugaskan mengajar di Thailand.

“Makanya harus menjaga nama baik kampus IKIP Budi Utomo. Selain itu juga harus menjaga nama baik Kota Malang, bangsa dan negara Indonesia,”  pesan Yai.

Dijelaskan dia bila di negeri Seribu Pagoda itu  para mahasiswa itu akan mengajar dan melakukan kegiatan sosial.  “Setelah di Thailand, anda semua juga harus percaya diri tapi tahu diri,” imbaunya.

Percaya diri, kata dia, karena IKIP Budi Utomo Malang ini sudah dipercaya negara Thailand. Itu berarti harus menunjukkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki.

Itu mengingat, kata dia, IKIP Budi Utomo sudah mampu bersaing di tingkat internasional. “Apalagi, sekarang era globalisasi. Lahan Anda tidak saja di Indonesia namun internasional,” tegas dia.

Karena itu,  kata Yai, IKIP Budi Utomo Malang tak hanya diakui secara nasional dengan bukti banyak lulusannya yang diterima menjadi CPNS. Namun juga dunia internasional.

“Bahkan, Maret 2019 ini kita akan jajaki dengan Kamboja dan Hongkong. Semua itu karena IKIP Budi Utomo Malang bukan hanya memberi janji tapi bukti,” pungkasnya. (lil/aii)