Halal bi Halal di Kecamatan Lowokwaru, Wali Kota Janji Gelontar Tiap Kelurahan Rp 2 M

14 June 2019 - 17:56 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji didampingi Camat Lowokwaru Imam Badar saat halal bi halal di Kecamatan Lowokwaru

MALANG  (SurabayaPost.id) – Wali Kota Malang Sutiaji melakukan halal bi halal di Kecamatan Lowokwaru, Jumat (14/6/2019). Dalam kesempatan itu dia berjanji akan  menggelontor tiap kelurahan Rp 2 miliar per tahun.

Untuk itu dia meminta agar kelurahan meningkatkan kinerjanya  Menurut dia, penguatan wilayah harus menjadi perhatian semua pihak.

Untuk itu dia memberikan pembekalan singkat kepada Camat Lowokwaru, Imam Badar  beserta jajaran Lurah di wilayah kecamatan Lowokwaru. Dia mengatakan, “Tahun 2020, per wilayah akan digelontor anggaran sebesar Rp 2 M. Maka saya minta ini mampu dioptimalkan (camat dan lurah) untuk kemajuan masing masing wilayah kelurahan,” jelas dia.  

Wali Kota Malang Sutiaji bersama Muspika Lowokwaru

Menurut dia, terkait  hal itu akan ada pembekalan dan workshop secara khusus untuk manajemen pengelolaan anggaran tersebut. “Saya minta setiap lurah untuk memperhatikan dan mempedomani hal itu,” pesan Sutiaji.

Hal lain yang ditekankan Wali Kota kepada Camat dan Lurah terkait sinergitas. Dia minta agar terus membangun hubungan yang harmonis dengan LPMK,  BKM serta tokoh tokoh masyarakat.

“Bangunlah komunikasi yang sinergis dengan masyarakat. Tidak boleh ada cerita “gesekan” antara aparatur dengan masyarakat serta kuatkan jejaring dengan tokoh masyarakat dan terus mantapkan hubungan tripartit antara kelembagaan kelurahan,  LPMK dan BKM,” perintah Pak Aji, demikian Walikota Malang akrab disapa.

Secara khusus Sutiaji juga memerintahkan para lurah untuk memainkan peran pejabat struktural di bawah (seklur dan jajaran kasie red.).  “Ke depan tidak ada lagi yang namanya “tunpeng” (tunjangan penghasilan) yang ada adalah “tukin” (tunjangan kinerja). Dan itu nanti bukan semata absensi kehadiran atau kelas jabatan,” tutur dia.

Wali Kota Sutiaji halal bi halal dengan warga Kecamatan Lowokwaru

Namun, lanjut dia,   ada poin konkrit terkait dengan output kinerja. “Maka tidak boleh ada hanya duduk duduk saja atau sekadar finger (absensi) namun Pak Camat dan Pak Lurah melihat dengan betul keluaran kinerja aparatnya. Pelan tapi pasti akan kita develop sebuah aplikasi yang dapat menjadi sebuah tabulasi penghitungan kinerja aparatur,” tegas Walikota Sutiaji.

Ini lanjut dia, sejalan dengan PP 20/2019 tentang manajemen kinerja,  bahwa keaktifan ASN (kasie dan anggotanya, untuk jajaran kelurahan red) ) akan menjadi instrumen penilaian. Stressing Walikota semakin kuat karena pelayanan publik ke depan akan dipusatkan di kelurahan.

Sementara itu halal bi halal yang berlokasi di kantor kecamatan Lowokwaru berjalan gayeng.  Wali Kota hadir didampingi KaSatpol PP Kota Malang, Prijadi dan Camat Lowokwaru Imam Badar.

Imam Badar mengatakan bahwa halal bi halal itu digelar untuk memberikan  apresiasi pada seluruh elemen masyarakat. Disebutkan seperti Polsek, Koramil, Lurah,   tokoh agama, tokoh masyarakat dan sebagainya.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi pada mereka. Sebab selama pemilu 2019 wilayah Kecamatan Lowokwaru kondusif,” kata Imam Badar.

Makanya dalam halal bi halal tersebut mengundang secara khusus Wali Kota Sutiaji. Tujuannya, kata dia, untuk mendukung program Pemkot Malang kedepan.

“Karena itu kami sangat berterima kasih karena di sela kesibukannya Pak Wali Kota bisa hadir di acara halal bi halal ini. Alhamdulillah pak wali memberikan banyak pengarahan terkait program pembangunan ke depan.  Itu sangat positif bagi kami,” pungkasnya. (lil)