Komisi E DPRD Jatim Imbau Agar Pelaku Seni Di-support

19 September 2020 - 10:33 WIB
Dr Sri Untari MAP mengimbau agar memberikan support pada pelaku seni. Sehingga mereka tetap eksis di masa pandemi Covid-19 ini.

MALAMG (SurabayaPost.id) – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Dr Sri Untari Bisowarno MAP melanjutkan masa resesnya. Sebelumnya di Pakisaji, kali ini bertemu dengan para pelaku seni di Padepokan Mangun Dhamo, Tulus Besar, Tumpang, Kabupaten Malang.

Sri Untari memberikan perhatian khusus kepada mereka agar tetap eksis di masa pandemi Covid 19 ini. Pada pertemuan tersebut, pihaknya menerima dan menampung keinginan para pelaku seni di masa pandemi yang masih belum juga berakhir ini.

“Kita meminta masukan dari mereka, apa saja yang harus dilakukan Pemerintah. Karena pelaku seni ini membutuhkan sarana atau tempat untuk melakukan aktivitasnya,” ujar Wanita yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur itu, Jumat (18/9/2020).

Masukan-masukan dari para pelaku seni itu, lanjut Sri Untari akan dibawa dan dimasukan pada program Pemerintah Provinsi Jawa Timur di tahun 2021 mendatang.

“Bagaimana pun para pelaku seni ini, harus mendapat perhatian. Apalagi mereka juga sudah lama tidak menggelar acara lantaran Covid 19. Padahal eksistensi mereka adalah berkreasi diatas panggung,”tandas Sri Untari.

Pihaknya berharap, pada era New Normal ini, para pelaku seni sudah bisa beraktifitas kembali, meskipun harus tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.

“Karena alamnya yang menuntut untuk beraktivitas dengan menggunakan standar protokol kesehatan, mau tidak mau harus diikuti,” tandasnya.

Ia lantas menyebut bahwa para pelaku seni, seperti seni tari, unit karawitan, unit seni wayang topeng, mocopat, jaran kepang dor (Turonggo Kusumo), Bantengan (Handoko Mulyo), kerajinan topeng, kerajinan wayang kulit, dan aktivitas seni lainnya tetap eksis meskipun berbiaya secara swadaya.

“Makanya negara harus hadir untuk memberikan suport kepada mereka. Itu agar mereka bisa lebih eksis lagi,” tukasnya.

Diakui Sri Untari, kebanyakan daerah masih minim dalam memperhatikan kesenian. Kalau adapun sangat kecil ini berbeda dengan olahraga yang besaran anggarannya mencapai milyaran. Ini menjadi kewajiban dia untuk terus memperjuangkan.

“Kita akan perjuangkan terus bagaimana para pelaku seni bisa eksis, bisa tampil lagi, dan mendapat bantuan stimulus untuk perekonomian mereka,”tandasnya. (aii)