Paguyuban Sinar Mulia Bakal Rayakan Hari Disabilitas Internasional

17 December 2018 - 15:34 WIB
Camat Lowokwaru Imam Badar
Camat Lowokwaru Imam Badar

MALANG  (SurabayaPost.id) – Paguyuban orang tua penyandang disabilitas “Sinar Mulia” Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, akan menggelar perayaan hari Disabilitas Internasional, 5 Januari 2019 di Kelurahan Jatimulyo. Untuk itu, pihak panitia menggelar rapat koordinasi dengan Camat Lowokwaru, Imam Badar, di aula Kecamatan Lowokwaru, Senin (17/12/2018).

Abdul Azis (48) Ketua Paguyuban orang tua penyandang disabilitas “Sinar Mulia” Kecamatan Lowokwaru didampingi Takim (42) selaku sekretarisnya,  mengatakan rapat koordinasi itu sangat penting. Sebab, kata dia, acara yang akan digelar awal tahun 2019 tersebut merupakan kegiatan puncak.

“Sebelumnya kami sudah banyak melaksanakan kegiatan. Saking banyaknya, acara puncak itu molor dari rencana 3 Desember 2019 ini,” kata dia

Makanya, tegas dia, pihak panitia meminta support pada Pemkot Malang.  Khususnya Camat Lowokwaru.

Camat Lowokwaru Imam Badar saat berkoordinasi dengan Paguyuban Sinar Mulia
Camat Lowokwaru Imam Badar saat berkoordinasi dengan Paguyuban Sinar Mulia

“Kami minta dukungan karena pada kegiatan puncak nanti akan dikemas sedemikian rupa.  Sehingga kami bisa menyajikan kreasi anak-anak penyandang disabilitas di 12 kelurahan yang ada di Kecamatan Lowokwaru,” kata dia.  

Dengan begitu,  kata dia, bisa mengarahkan pada kemandirian anak-anak disabilitas itu.  Tanpa merasa kekurangan dan penuh percaya diri.

Menyikapi harapan tersebut, Camat Lowokwaru, H Imam Badar mengatakan siap mensupport. Bahkan dia meminta agar 12 Lurah di Kecamatan Lowokwaru ikut membantu secara riil. Sehingga kegiatan untuk disabilitas itu terealisasi sesuai harapan.

“Kami sudah mengajak   urunan para Lurah untuk itu. Sebab kegiatan untuk disabilitas itu murni swadaya masyarakat. Bahkan dibantu Yayasan Bhakti Luhur  Malang Rp 5 juta,” katanya.

Karena itu dia berharap pelaksanaan perayaan Hari Disabilitas Internasional di Lowokwaru berjalan lancar dan sukses.  Sehingga, 260 anak disabilitas yang ada bisa mandiri. (Lil)