Pemkot Batu Gelar Sayembara  Desain Pasar Besar Kota Batu

17 December 2018 - 18:04 WIB
Wali Kota Hj Dewanti Rumpoko (kanan) kala menghadiri sayembara desain Pasar Besar Kota Batu
Wali Kota Hj Dewanti Rumpoko (kanan) kala menghadiri sayembara desain Pasar Besar Kota Batu

BATU (SurabayaPost.id) – Woo.. Pemkot Batu menggelar sayembara desain Pasar Besar Kota Batu. Desain yang dilombakan di Graha Pancasila Balaikota Among Tani itu difokuskan pada  ruang yang lebih baik untuk Pasar Wisata dan Open Talk Urban Tourism.

Sayembara tersebut bekerjasama dengan Tata Matra Architecture Consultant. Untuk itu, kegiatan tersebut diawali dengan open talk Eco Urban Tourism.

Dalam talk show itu  menghadirkan pembicara Popo Danes, Cities as Destination of Urban Ecotourism dan Paramitha Atmodiwirjo, Tanah Indonesia – Architect dan Lokalitas.

Kegiatan itu  diikuti para peserta dari seluruh Indonesia. Terutama para  architect muda.

Makanya, ragam konsep Pasar Wisata menjadi topik sentral dalam talkshow tersebut. Hal itu menjadi masukan tersendiri bagi para peserta.

Apalagi para dewan juri juga memberikan  masukan khusus. Misalnya, tentang kemudahan akses,  fasilitas yang ramah pengunjung. Termasuk soal konsepnya yang  lebih ke arah pasar tradisional ataukah pasar modern.

Wali Kota Batu Hj Dewanti Rumpoko hadir langsung di acara tersebut.  Wakil Ketua DPRD dan Sekretaris Daerah Kota Batu Drs Zadiem Efisiensi ikut mendampingi Wali Kota Batu.

Begitu juga dengan Kepala Bappeda Kota Batu,  M Chori dan Dinas Sosial Kota Batu. Mereka turut serta mengikuti dan mendengarkan presentasi konsep pasar wisata dari para peserta sayembara.

Para peserta sayembara tampak antusias mengikuti tahapan demi tahapan. Terutama kala mempresentasikan hasil konsepnya untuk memperebutkan total hadiah uang senilai Rp 60 juta.

Menurut Wali Kota Dewanti Rumpoko, para yang diharapkan memiliki daya saing dengan pasar modern. Yakni  bersih, bermanfaat serta memiliki karakteristik sebagai destinasi wisata dengan pertimbangan kearifan lokal masyarakat Kota Wisata Batu.

“Terkait pasar memang ini sangat krusial. Itu karena menyangkut hajat hidup orang banyak,” kata dia.

Makanya dia mengingatkan bila awalnya Kota Batu jauh berbeda dengan saat ini. Sebab dulu hanya pertanian dan pariwisata yang jadi andalan.

Namun, Batu Night Spectacular (BNS) dibuka, semuanya berubah. “Ya,  walaupun awalnya banyak dikritik, toh akhirnya menjadi salah satu ikon Kota Batu ,” kata Dewanti Rumpoko.

Bahkan, tandas Dewanti Rumpoko sekarang menjadi rujukan wisatawan. Setelah itu kita buat alun-alun sebagai pintu masuk kehidupan malam di Kota Wisata Batu.

“Tetapi untuk pasar kita masih belum bisa hingga saat ini. Sebenarnya bisa kita langsung tunjuk konsultan tetapi kita mau anak-anak muda ini ikut berperan sehingga dibuat sayembara ini,” tandasnya.

Karena itu dia berharap Pasar Besar Kota Batu nanti  tidak hanya menjadi tempat untuk mencari kebutuhan. Namun  juga menjadi sarana tempat berkumpul masyarakat. Sehingga bisa menjadi destinasi wisata baru.  

Dalam sayembara tersebut  juara 3 diraih arsitek dari Yogyakarta,  juara 2 arsitek dari Jakarta. Sedangkan juara 1 dengan hadiah Rp. 35.000.000  berrema Batu Creative Market. (Gus)