32 tim adu strategi, jadi ajang seleksi menuju Kejurprov Jatim dan dorong UMKM naik kelas
Gresik (SurabayaPost.id)— Domino tak lagi sekadar permainan santai. Di Gedung WEP, Sabtu (28/3/2026), olahraga ini tampil dengan wajah baru: kompetitif, terukur, dan penuh strategi. Sebanyak 32 tim bertarung dalam Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) ORADO Gresik, menandai keseriusan pembinaan atlet domino di tingkat daerah.
Riuh tepuk tangan dan ketegangan terasa di setiap meja pertandingan. Para peserta bukan hanya mengandalkan keberuntungan, melainkan kecermatan membaca pola permainan lawan dan kekompakan tim.
Ketua ORADO Gresik, Mochamad Choirul Rizal, menyebut Kejurkab ini sebagai langkah awal membangun ekosistem olahraga domino yang lebih profesional.
“Peserta ada 32 tim, masing-masing dua orang. Ini juga menjadi ajang seleksi menuju Kejuaraan Provinsi pada 5 April 2026 di Surabaya,” ujarnya.
Mengusung tema “Bersama ORADO dan UMKM Naik Kelas”, kejuaraan ini tidak hanya fokus pada pertandingan. Pelaku usaha mikro kecil dan menengah turut dilibatkan, menghadirkan sinergi antara olahraga dan penguatan ekonomi lokal.
Total hadiah Rp 10 juta diperebutkan dalam ajang ini. Para juara nantinya akan mewakili Gresik di tingkat provinsi, membuka peluang menuju jenjang yang lebih tinggi.
Rizal menegaskan, domino versi ORADO telah memiliki standar resmi, mulai dari penggunaan meja dan batu khusus hingga sistem poin 101 sebagai penentu kemenangan.
“Tim yang mencapai 101 poin lebih dulu akan menang. Ini olahraga strategi, bukan sekadar permainan biasa,” tegasnya.
Ketua ORADO Jawa Timur, Mahenda Abdillah Kamil, mengapresiasi Kejurkab di Gresik sebagai bagian penting dalam pembinaan atlet. Ia menyebut Gresik menjadi daerah ketiga di Jawa Timur yang menggelar kejuaraan serupa setelah Banyuwangi dan Sidoarjo.
“Kejurkab ini tahap awal, tapi sangat penting. Ke depan kami dorong terbentuknya lebih banyak klub hingga tingkat kecamatan dan perumahan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan rencana pengembangan kategori pertandingan, termasuk kemungkinan nomor tunggal guna memperluas peluang atlet.
Sementara itu, Kepala Disparekrafbudpora Gresik, drg. Saifudin Ghozali, memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap perkembangan olahraga domino.
“Kami sangat mendukung. Pemerintah akan terus memberikan support agar lahir atlet-atlet potensial dari Gresik,” ujarnya.
Kejurkab ORADO 2026 menjadi penanda penting: domino di Gresik tak lagi dipandang sebelah mata, melainkan mulai menapaki jalur sebagai olahraga profesional yang terstruktur dan berdaya saing.
