Buruh Deklarasi Pemilu 2019 Damai dan Sejuk

9 December 2018 - 19:02 WIB
Para buruh deklarasi Pemilu 2019 damai dan sejuk.
Para buruh deklarasi Pemilu 2019 damai dan sejuk.

MALANG (SurabayaPost.id) – Para buruh di Malang Raya deklarasi Pemilu 2019 damai dan sejuk. Deklarasi yang didukung Adinda dan Pemkab Malang itu dilakukan lewat sarasehan di Regent Park Hotel Malang, Ahad (9/12/2018).

Para buruh tersebut diklaim dari berbagai organisasi. Di antaranya SPSI Malang Raya, SBSI Malang, APSM Malang, SBM Malang dan SARBUMUSI Malang. Ada tujuh pernyataan yang dicetuskan dalam deklarasi tersebut.

Di antaranya, deklarasi menjaga keutuhan NKRI berdasar UUD 1945 dan Pancasila, menjaga kerukunan antar umat beragama, menjaga toleransi dan keberagaman.

Selain itu, menyukseskan Pileg dan Pilpres tanpa politik uang dan politik SARA, menciptakan iklim politik yang sejuk, berpolitik secara demokratis untuk kedaulatan, serta tunduk pada undang-undang.

Ketua SPSI Kabupaten Malang Kusmantoro Widodo mengungkapkan, perburuhan di Malang sangat kondusif. “Untuk itu, kami meminta jangan percaya dengan hoax agar tak terhasut,” katanya.

Disamping itu dia mengaku selalu berupaya mencerdaskan para buruh lewat serikat. “Kami mewanti-wanti, jangan sampai ada yang memanfaatkan buruh. Karena, Malang Raya kondusif, dan Malang adalah barometer Jatim,” tutur Widodo.

Sementara itu Dewan Pengupahan dan SDM Apindo Kota Malang Yohanes Haryo Sutrisno, meminta agar buruh dan pengusaha berdemokrasi secara sehat dan kondusif. Pilihan politik adalah hak pribadi masing-masing warga negara.

Meski begitu, dia berharap Kota Malang yang sudah aman, tenang dan kondusif ini tidak diusik oleh upaya politisasi buruh.

“Semoga tidak dipolitisir, dan semua pihak bisa bersikap dewasa, karena politik adalah hak pribadi masing-masing warga negara,” tambahnya.

Kabid Hubungan Perindustrian Disnaker Kabupaten Malang Ahmad Rukmianto menegaskan bahwa segala bentuk konflik buruh sebaiknya diselesaikan bi party atau antara serikat buruh dan pengusaha.

Menurut dia, menyelesaikan persoalan secara internal tanpa melibatkan pihak ketiga. Jika itu dilakukan, Rukmianto meyakini suasana Malang Raya bakal selalu kondusif dan sejuk.

“Karena itu kami selalu berkomunikasi dengan serikat buruh dan perusahaan. Harapannya, agar selalu harmonis dan menjaga kondusifitas, supaya buruh tenang bekerja dan pengusaha tenang berusaha,” tuturnya.

Kasat Intelkam Polres Malang Kota, AKP Budi Winarto sebagai pemateri dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat di Sarasehan Ketenagakerjaan, mengatakan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan sangat bergantung pada keamanan dan kondusifitas di daerah tersebut.

“Dengan melakukan semua secara terukur dan proporsional, serikat buruh tidak perlu berdemo, namun bergerak dari segi regulasi dan tafsir hukum. Kalaupun ada gerakan, selama terukur dan berkoordinasi dengan pihak keamanan, investor tidak akan lari dan iklim kondusif tetap terjaga,” ujarnya. (Lil)