DPRD dan KWG ‘Kepincut’ Ragulasi Parkir Kota Makassar

24 January 2019 - 09:22 WIB

GRESIK (SurabayaPost.id)–Sebagai anggota parlemen, Nur Saidah memandang perlu hubungan dengan wartawan. Wartawan dan wakil rakyat sama-sama menyuarakan aspirasi masyarakat.

Berdasarkan kesamaan fungsi tersebut, Wakil Ketua DPRD Gresik ini berharap adanya kerjasama antara DPR dan wartawan Oleh karena itu, menurut anggota Fraksi Gerindra ini setiap kinerja DPR didukung oleh pemberitaan.

“Wartawan khususnya KWG (Komunitas Wartawan Gresik) meliput dan mempublikasikan semua kegiatan DPR, baik di bidang legislasi, budgeting, maupun pengawasan,” kata Nur Saidah saat menjelaskan rencana melakukan Kunjungan Kerja Luar Daerah (KKLD) di Kota Makassar bersama KWG, Kamis (24/1)

Menurut Nur Saidah publikasi yang dilakukan para wartawan yang meliput berbagai kegiatan di DPR, baik televisi, cetak, online maupun foto, yakni membuplikasikan kerja anggota DPR sehingga mendorong anggota DPR meningkatkan kinerjanya.

“Kita mengagendakan KKLD untuk bersama-sama berkunjung di wilayah yang kita butuhkan regulasinya. Di Gresik saat ini parkir yang harus kita benahi, dan kebetulan Kota Makassar memiliki regulasi dan penerapan yang bagus untuk kita pelajari bersama teman-teman KWG,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KWG Syuhud Almanfaluty mengatakan, menyambut baik pernyataan peningkatan kerja sama antara DPRD Gresik dan KWG. Menurut Syuhud, panggilan akrabnya ke depan kerja sama antara wartawan dan DPR akan semakin baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya berharap kerjasama ini kerjasama untuk peningkatan kinerja yang saling mendukung, tapi bisa dipertanggungjawabkan. Dengan harapan DPR dan wartawan memiliki cita-cita bersama yakni memajukan Gresik,” jelasnya.

Syuhud menambahkan, pihaknya berharap karya tulis wartawan yang tergabung dalam rumah KWG profesional tidak copy paste atau hanya sekedar merubah judul. Tetapi harus memiliki karya tulis yang bisa dipertanggungjawabkan dan memberi referensi wakil rakyat untuk menentukan dan menetapkan regulasi agar kinerjanya benar-benar mewakili rakyat dan konstituen mereka.

“Wartawan adalah kaum intelektual. Jangan sampai kehabisan ide dan pemikiran-pemikiran untuk diwijudkan sebagai karya tulis. Yang penting lagi adalah tetap menjunjung tinggi dan tidak melanggar kode etik jurnalistik. KWG harus tetap semangat, tidak copy paste agar karya jusnalistik kita memberi manfaat,” pungkasnya. (adv)