Kampung Ekologi Temas Jadi Pusat Kampanye Wajib Masker

9 August 2020 - 15:19 WIB
Wali Kota Dewanti Rumpoko bersama Ketum TP PKK Tri Tito Karnavianto dan Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin saat menuju ke Kampung Ekologi Temas

BATU (SurabayaPost.id) – Kampung Ekologi di Kelurahan Temas, Kota Batu menjadi pusat kampanye wajib masker. Itu setelah Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian bersama Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin didampingi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengunjungi kawasan tersebut, Jumat (7/8/2020).

Dalam kunjungan tersebut Wakil Wali Kota Punjul Santoso serta Ketua Tim PKK Kota Batu Wibi Asri Punjul Santoso ikut mendampingi. Di Kampung Ekologi itu mereka memberi edukasi kepada masyarakat bagaimana menekan pertumbuhan serta memutus mata rantai wabah Covid – 19.

Selain itu, mereka memberikan bantuan berupa masker kepada TP PKK Kota Batu. Menurut Tri peran dari tim penggerak PKK dalam memberi edukasi kepada masyarakat guna menekan pertumbuhan serta memutus mata rantai wabah penularan Covid-19 sangat besar dan penting.

“Peran para ibu sangat penting utamanya di dalam keluarganya. Terutama tim penggerak PKK. Mereka pasti sudah mengetahui protokol kesehatan,” katanya.

Hal itu, kata dia, mulai dari menggunakan masker yang baik dan benar, menjaga jarak hingga sering cuci tangan. “Kami berharap tim penggerak PKK bisa mengikutsertakan komunitas yang ada di daerahnya untuk berkontribusi dalam pembagian masker,” mintanya.

Selain itu, lanjut dia, ada yang lebih penting dari itu. Yakni menyadarkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Karena sampai saat ini virus tersebut, belum ada obatnya. Sehingga hal yang dapat dilakukan adalah mencegah potensi penyebarannya,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengaku memilih Kampung Ekologi Temas sebagai pusat kampanye wajib masker. Alasannya, kampung tersebut memiliki banyak potensi yang positif.

“Potensi Kampung Ekologi itu luar biasa. Banyak wisatawan, pelajar dan mahasiswa yang berkunjung ke kawasan tersebut. Mereka tak hanya berwisata tapi juga belajar di kawasan tersebut tentang ekologi,” jelas dia.

Menurut dia, tak hanya proses daur ulang yang ada di Kampung Ekologi. Sehingga, masyarakat bisa membayar pajak pakai sampah. Namun, juga ada pembelajaran tanam menanam tumbuhan, spot foto, green house, hingga gang TPQ.

Makanya, kata dia, kampanye wajib masker yang dihadiri Ketua Umum PKK Tri Tito Karnavian itu digelar di Kampung Ekologi yang punya sumber air Mbelik itu. “Apalagi kampung tersebut sering dikunjungi anak-anak sekolah, mahasiswa, dan tamu mancanegara untuk belajar pertanian,” jelas dia.

Wawali Punjul Santoso dan Ketua DPRD Kota Batu Asmadi saat di Kampung Ekologi Temas

Alasan itulah, kata dia, kampanye wajib masker dilaksanakan di kawasan tersebut. Sebab, kata dia, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, tim penggerak PKK diminta untuk membantu mendistribusikan dan mensosialisasikan pendisiplinan penggunaan masker kepada masyarakat.

“Mulai dari pusat sampai daerah diminta untuk terus mengawal pemakaian masker agar bisa menekan angka pertumbuhan wabah Covid-19. Gubernur Jatim juga menyarankan untuk setiap daerah paling tidak ada 500 ribu masker,” ungkapnya.

Untuk Kota Batu sendiri, menurut Dewanti sudah tersedia dan tinggal mendistribusikan ke masyarakat. Terutama ke pelosok-pelosok pedesaan.

“Kota Batu sendiri juga telah mendapatkan bantuan masker dari sejumlah pihak. Sehingga kebutuhan masker untuk warga Kota Batu kita yakini bisa terpenuhi,” ngakunya.

Karena itu Wali Kota perempuan yang pertama di Malang Raya ini berharap ibu-ibu PKK bisa berperan aktif dalam mengkampanyekan protokol kesehatan. Sehingga mata rantai penularan wabah Covid-19 bisa terputus. (Gus/ADV)