Pakai VC, Pejabat Pemkot Batu Nyaris Jadi Korban Penipuan dan Pemerasan di Dunia Maya

27 June 2020 - 14:22 WIB
Ilustrasi

BATU (SurabayaPost.id) – Masya Allah… demi mencari uang berbagai cara dilakukan. Termasuk dengan modal dusta (Modus) yang berujung pada pemerasan melalui dunia maya seperti facebook (Fb).

Modus kejahatan yang dilakukan cewek cantik semacam itu mulai marak. Mereka mengincar para pejabat pemerintah. Misalnya di lingkungan Pemkot Batu.

Beberapa pejabat publik di wilayah Kota Batu yang namanya tak mau disebutkan mengakui hal itu, Sabtu (27/6/2020). Menurut mereka hal itu berawal dari pertemanan lewat Fb.

Satu di antara pelaku itu adalah berinisial SD. Cewek berparas cantik itu sesuai data di Fb-nya berasal dari Ibu Kota Jakarta.

“Dia awalnya mengirimkan nomor WhatsApp (WA). Lalu meminta ditransfer pulsa karena pulsanya habis. Setelah ditransfer dan berkenalan, bercerita melalui WA. Kemudian pada malam harinya sekira pukul 24.21 Wib, ia kontak melalui Video Call (VC),” kata pejabat yang minta inisialnya dirahasiakan.

Selanjutnya kata dia, setelah terjadi kontak melalui VC pelaku SD mulai beraksi dengan jurus ampuhnya. Menurutnya, ia mengajak hal yang tidak pantas dilakukan melalui VC.

“Dari situlah pelaku sudah memulai hal yang tidak pantas. Bodohnya saya juga terpancing dengan aksi SD dalam melakukan hal yang tidak pantas yang sengaja direkam dan disimpan sebagai senjata untuk memeras,” ungkapnya.

Kemudian ungkap dia keesok harinya SD melalui WA meminta bantuan uang. Alasannya mau membayar kontrakan dengan besaran Rp 30 juta.

“Celakanya pekaku mengancam. Kalau tidak dipenuhi permintaannya itu bakal menyebarluaskan rekaman video yang sebelumnya sudah direkam,” paparnya.

Mengetahui bahwa itu adalah modus pemerasan, sumber ini mengaku langsung memblokir Fb dan WA SD. Kendati demikian, pelaku tersebut ternyata telah menghubungi beberapa teman – temannya sang pejabat itu yang ada di Fb.

Sementara itu, pada saat Surabayapost.id mencoba menghubungi Nomor WA yang yang dimaksud, ternyata yang menerima suaranya seorang laki – laki. Dia mengaku sebagai pamannya SD. Saat disinggung terkait seputaran persoalan terkait dengan itu, pria tersebut mengaku sebagai pamannya dari SD.

Dia yang mengaku sebagai pamannya itu juga mengancam akan memperkarakan jika tuntutannya tak dipenuhi. Alasannya tak mau dalam keluarganya dilecehkan oleh orang laki- laki.

“Ponselnya sudah saya sita, videonya juga sudah saya simpan. Karena ini menyangkut nama baik keluarga, kalau tidak segera ada penyelesaian, kami akan melangkah lebih jauh,” ancam pria yang mengaku paman SD ini.

Namun ketika diancam bakal digugat dengan Undang-Undang IT jika menyebarkan video tak pantas itu, pria tersebut justru balik bertanya. “Maaf Bapak ini siapa,” sembari mematikan ponselnya.

Karena itu siapa pun harus hati – hati. Sebab modus pemerasan semacam itu sudah beredar liar di dunia maya. Jika tidak, para pejabat –termasuk pria yang sudah berkeluarga– bisa menjadi korban komponen penipu di dunia maya. (Gus)